Ini 32 Perusahaan yang Diduga Kartel Sapi

Selasa, 15 September 2015 - 16:55 WIB
Ini 32 Perusahaan yang...
Ini 32 Perusahaan yang Diduga Kartel Sapi
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) hari ini menggelar sidang perdana kasus dugaan kartel daging sapi. Sebanyak 32 perusahaan penggemukan sapi (feedloter) yang diduga melakukan pelanggaran dan praktik persaingan usaha tidak sehat dalam perdagangan sapi.

Sidang tersebut dalam perkara No 10/KPPU-1/2015 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 11 dan Pasal 19 huruf c UU No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Perdagangan Sapi Impor di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Investigator KPPU Muhammad Rofieq mengatakan, dalam Pasal 11 UU No 5/1999 menyebutkan, bahwa pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya, yang bermaksud untuk memengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

"Dugaan terjadinya pelanggaran tersebut berkaitan perjanjian pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya untu memengaruhi harga dengan mengatur produksi dan pemasaran suatu barang dan jasa," katanya di Gedung KPPU, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Selain itu, sambung dia, dugaan terjadinya perilaku pelaku usaha baik sendiri maupun bersama-sama melakukan beberapa kegiatan untuk membatasi peredaran dan penjualan pada pasar yang bersangkutan. (Baca: KPPU Gelar Sidang Perdana Kartel Daging Sapi).

"Tindakan tersebut telah mengakibatkan peningkatan harga sapi yang berdampak pada peningkatan harga daging sapi," pungkasnya.

Berikut 32 perusahaan feedloter tersebut:

1. PT AKM
2. PT APS
3. PT AGP
4. PT AJK
5. PT AAL
6. PT AS
7. PT BMT
8. PT CABS
9. PT Eds
10. PT FM
11. PT GG
12. PT LJP
13. PT LML
14. PT LML
15. PT PT
16. PT RAI
17. PT SA
18. PT SNI
19. PT SA
20. PT TUM
21. PT WMP
22. PT KGU
23. PT SGL
24. PT NTF
25. PT KAR
26. PT SCK
27. PT BPS
28. PT CMT
29. PT KLJ
30. PT MAS
31. PT MAS
32. PT KASA
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Bisa Rampas 50...
KPPU Bisa Rampas 50 Persen Keuntungan Pengusaha Minyak Goreng Nakal
Telusuri Dugaan Kartel...
Telusuri Dugaan Kartel Tiket Penyeberangan Batam-Singapura, KPPU Temui DPRD dan Pelaku Usaha
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Engga Nyerah Usut...
KPPU Engga Nyerah Usut Kartel Harga Minyak Goreng, Ada Produsen Besar Dipanggil
Harga Daging Sapi Tinggi,...
Harga Daging Sapi Tinggi, Pedagang Duga Ada Permainan Kartel
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved