The Fed Dinilai Akui China Tak Bisa Dimarjinalkan
Minggu, 20 September 2015 - 19:31 WIB
The Fed Dinilai Akui China Tak Bisa Dimarjinalkan
A
A
A
JAKARTA - Keputusan The Fed tidak menaikkan suku bunga dinilai menunjukkan bahwa The Fed mengakui China dan nilai tukar Yuan sudah tidak dapat lagi dimarjinalkan. Termasuk, memberikan bobot besar kepada kondisi global yang masih dalam posisi rentan.
"Dominannya pertimbangan global ini merujuk pada kondisi China, selain dominannya pertimbangan situasi perekonomian global. Keputusan The Fed ini berusaha memarjinalkan Yuan sebagai mata uang dunia, nampaknya justru menunjukkan pengakuan bahwa China dan nilai tukarnya sudah tidak dapat lagi dipinggirkan," jelas Ekonom IGICo Advisory Martin Panggabean dalam rilisnya, Minggu (20/9/2015).
Pihaknya menganggap, keputusan The Fed sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan ekonomi moneter secara global. Hal ini jelas terlihat dari pernyataan pemimpin G-20 di awal September di Ankara, Turki.
"The Fed sudah lama tidak menaikkan suku bunganya. Lebih baik memastikan data yang diperlukan benar-benar jelas dan tegas, untuk menaikkan suku bunganya," imbuh dia mengutip pernyataan pimpinan IMF Christin Lagarde.
Dia menjelaskan, beberapa hari ini volatilitas pasar masih tetap tinggi dan diperkirakan volatilitas pasar mata uang dan pasar finansial masih akan terus terjadi. Ini konsisten dengan pernyataan China bahwa masih ada gejolak pasca pecahnya bubble pasar China yang harus dibersihkan.
"Namun, tidak naiknya The Fed justru memang memperpanjang siklus ketidakpastian dan akan menciptakan spekulasi-spekulasi baru. Dengan demikian volatilitas masih akan terus terjadi," katanya.
"Dominannya pertimbangan global ini merujuk pada kondisi China, selain dominannya pertimbangan situasi perekonomian global. Keputusan The Fed ini berusaha memarjinalkan Yuan sebagai mata uang dunia, nampaknya justru menunjukkan pengakuan bahwa China dan nilai tukarnya sudah tidak dapat lagi dipinggirkan," jelas Ekonom IGICo Advisory Martin Panggabean dalam rilisnya, Minggu (20/9/2015).
Pihaknya menganggap, keputusan The Fed sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan ekonomi moneter secara global. Hal ini jelas terlihat dari pernyataan pemimpin G-20 di awal September di Ankara, Turki.
"The Fed sudah lama tidak menaikkan suku bunganya. Lebih baik memastikan data yang diperlukan benar-benar jelas dan tegas, untuk menaikkan suku bunganya," imbuh dia mengutip pernyataan pimpinan IMF Christin Lagarde.
Dia menjelaskan, beberapa hari ini volatilitas pasar masih tetap tinggi dan diperkirakan volatilitas pasar mata uang dan pasar finansial masih akan terus terjadi. Ini konsisten dengan pernyataan China bahwa masih ada gejolak pasca pecahnya bubble pasar China yang harus dibersihkan.
"Namun, tidak naiknya The Fed justru memang memperpanjang siklus ketidakpastian dan akan menciptakan spekulasi-spekulasi baru. Dengan demikian volatilitas masih akan terus terjadi," katanya.
(izz)
Lihat Juga :