Wall Street Dibuka Fluktuatif Menanti Rilis The Fed

Rabu, 23 November 2022 - 23:30 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Fluktuatif Menanti Rilis The Fed
Wall Street dibuka fluktuatif pada perdagangan Rabu (23/11) menjelang rilis baru kebijakan The Fed. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street dibuka fluktuatif pada perdagangan Rabu (23/11) menjelang risalah pertemuan pejabat bank sentral Amerika Serikat periode November. Kabar dari Federal Reserve / The Fed dapat memberi sinyal terkait peluang pengetatan kebijakan moneter mereka di bulan depan.

Dow Jones Industrial Average naik 0,20% menjadi 34.165,76, setelah sempat koreksi di detik-detik awal. S&P 500 menanjak 0,19% di 4.011,12, sedangkan Nasdaq Composite tumbuh 0,34% di level 11.212,91.

Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Tesla, AMD, dan Apple. Tiga top gainers ditempati oleh Deere&Company menguat 5,87%, Tesla naik 2,77%, dan AMD menanjak 2,09%, sedangkan top losers diduduki oleh Autodesk turun 7,88%, Schlumberger merosot 2,20%, dan Mosaic tertekan 2,42%.

Baca Juga: Menanti Arah Baru Kebijakan The Fed, 3 Indeks Utama Wall Street Berakhir Menguat

Pernyataan baru-baru ini dari pejabat Fed, termasuk Presiden Cleveland Loretta Mester dan Presiden Kansas City Esther George, telah memberikan petunjuk yang cukup beragam terkait laju kenaikan suku bunga di masa depan.

Pasar menantikan risalah The Fed untuk mengonfirmasi peluang untuk menghentikan penguatan suku bunga. Saat suku bunga yang lebih rendah terkonfirmasi, maka akan menjadi katalis positif bagi pasar.

"Kami menunggu untuk mendapatkan risalah FOMC terbaru hari ini... jangan berharap mendengar sesuatu yang baru," kata Kenny Polcari, seorang analis Kace Capital Advisors, dilansir Reuters, Rabu (23/11). "Kami tahu apa yang akan terjadi, jadi tunggu saja."

Baca Juga: Wall Street Berakhir Loyo Imbas Kekhawatiran Pembatasan Covid-19 di China

Sebelumnya, para pelaku pasar berekspektasi ada peluang kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan bank sentral berikutnya di bulan Desember. Ini lebih rendah dari proyeksi pasar beberapa bulan lalu sebesar 75 bps.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1501 seconds (10.101#12.26)