Fed Beri Sinyal Kerek Fed Rate, Rupiah Kian Tertindas USD

Jum'at, 25 September 2015 - 17:00 WIB
Fed Beri Sinyal Kerek...
Fed Beri Sinyal Kerek Fed Rate, Rupiah Kian Tertindas USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini kian tertindas menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) setelah Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal akan mengerek suku bunga (Fed rate) tahun ini.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.738/USD. Posisi itu lebih buruk 76 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.662/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.693/USD. Posisi tersebut lebih parah 46 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.647/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah juga berada pada level Rp14.693/USD, dengan kisaran harian Rp14.593-Rp14.820/USD. Posisi ini anjlok 53 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.640/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.623/USD.

Sementara USD menguat pada Jumat setelah Gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan terbuka untuk menaikkan suku bunga akhir tahun ini, menempatkan USD di jalur kenaikan mingguan terbaik dalam lebih dari dua bulan.

USD telah mencapai level terendah tiga pekan terhadap sejumlah mata uang utama setelah Fed menunda menaikkan suku bunga pada pertemuan September dan memangkas pertumbuhan AS pada pekan lalu.

Namun dalam pidato Kamis, Yellen mengatakan, dia memperkirakan The Fed mulai menaikkan suku pada tahun ini, asal inflasi tetap stabil dan ekonomi AS cukup kuat untuk meningkatkan lapangan kerja.

Indeks USD naik 0,5% ke 96,502 pada Jumat, berbalik dari koreksi hari sebelumnya di 95,458 hari sebelumnya, dan mengambil keuntungan sepekan menjadi 1,7%, kinerja terbaik sejak pertengahan Juli. Sementara euro jatuh terhadap USD sebesar 0,8% menjadi 1,1138/USD dari posisi sebelumnya mendekati 1,1300/USD.

"Jika kondisi tidak memburuk antara sekarang dan laporan kerja September pekan depan, mungkin USD akan sedikit terapresiasi, tapi saya tidak yakin akan terlalu agresif," kata ahli strategi mata uang di BMO Capital Markets Stephen Gallo, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/9/2015).

Terhadap yen, USD menguat 0,4% ke 120,61, yang sebelumnya berada di level 119,21 sebelum komentar Yellen.

Baca:

Rupiah Menuju Penurunan Mingguan Tertajam Sejak 2013

Laju Pelemahan Rupiah Siang Ini Sedikit Mereda

USD Makin Kuat, Rupiah Dibuka Terjungkal
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved