HT: Pemerintah Harus Bisa Kembalikan Kepercayaan Pasar
Selasa, 29 September 2015 - 06:51 WIB
HT: Pemerintah Harus Bisa Kembalikan Kepercayaan Pasar
A
A
A
JAKARTA - Turbelensi perekonomian Indonesia belum menunjukan tanda-tanda perbaikan. Nilai tukar rupiah terus merosot. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terus bergulir, perusahaan-perusahaan rumah tangga pun banyak yang gulung tikar.
Mengatasi masalah perekonomian ini, Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid dua atau September II hari ini, Selasa (28/9/2015). Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.
"Kita bicara untuk pengumuman paket kebijakan ekonomi tahap II. Besok (diumumkan) di sini (istana)," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015). (Baca: Jokowi Akan Kembali Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi)
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tidak memberikan keterangan lebih detil mengenai kebijakan yang akan dirilis dalam paket stimulus ekonomi tersebut. Dia hanya memberikan sinyal, tidak akan banyak kebijakan yang akan dikeluarkan, namun secara substansial tetap konkret jika diimplementasikan.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, tugas pertama pemerintah adalah mengembalikan kepercayaan pasar. “Saya harus jujur, pasar itu belum confident,” ujarnya, usai diskusi bersama Ryaas Rasyid.
HT mengungkapkan fakta yang terjadi di lapangan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), masih terus memburuk dan hal tersebut memberatkan masyarakat.
Seperti diketahui, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Senin (28/9) menunjukkan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.696 per USD.
Pemerintah, lanjut HT, harus bisa memberikan konsep yang komprehensif mengatasi masalah ekonomi sehingga pasar percaya. Berikutnya, tindakan pemerintah harus konsisten dengan konsep tersebut.
“Harus cepat dan mengena sasaran. Karena setiap hari makin memburuk. PHK jalan terus, home industry berantakan, sekarang semua lapisan atas bawah kena,” tegas CEO MNC Group ini.
Semakin lama tindakan dilakukan maka akan semakin banyak korban dari lesunya perekonomian. Akibatnya berefek panjang, pendapatan pajak mengalami penurunan, begitu pula kualitas hidup masyarakat. “Pemerintah ya harus bekerja keras. Jangan cuma kelihatan misalnya dekat dengan rakyat, kesana kesini, tapi harus bekerja keras dan kompak,” tandas HT.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 43.085 kasus PHK sejak awal tahun hingga saat ini. Industri padat karya menjadi sektor yang paling rawan terkena PHK.
Baca juga:
Jokowi Berharap Paket Ekonomi September II Lebih Nendang
Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat
Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi
Ini Langkah Jokowi Tekan PHK
Mengatasi masalah perekonomian ini, Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid dua atau September II hari ini, Selasa (28/9/2015). Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.
"Kita bicara untuk pengumuman paket kebijakan ekonomi tahap II. Besok (diumumkan) di sini (istana)," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015). (Baca: Jokowi Akan Kembali Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi)
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini tidak memberikan keterangan lebih detil mengenai kebijakan yang akan dirilis dalam paket stimulus ekonomi tersebut. Dia hanya memberikan sinyal, tidak akan banyak kebijakan yang akan dikeluarkan, namun secara substansial tetap konkret jika diimplementasikan.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, tugas pertama pemerintah adalah mengembalikan kepercayaan pasar. “Saya harus jujur, pasar itu belum confident,” ujarnya, usai diskusi bersama Ryaas Rasyid.
HT mengungkapkan fakta yang terjadi di lapangan adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), masih terus memburuk dan hal tersebut memberatkan masyarakat.
Seperti diketahui, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Senin (28/9) menunjukkan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.696 per USD.
Pemerintah, lanjut HT, harus bisa memberikan konsep yang komprehensif mengatasi masalah ekonomi sehingga pasar percaya. Berikutnya, tindakan pemerintah harus konsisten dengan konsep tersebut.
“Harus cepat dan mengena sasaran. Karena setiap hari makin memburuk. PHK jalan terus, home industry berantakan, sekarang semua lapisan atas bawah kena,” tegas CEO MNC Group ini.
Semakin lama tindakan dilakukan maka akan semakin banyak korban dari lesunya perekonomian. Akibatnya berefek panjang, pendapatan pajak mengalami penurunan, begitu pula kualitas hidup masyarakat. “Pemerintah ya harus bekerja keras. Jangan cuma kelihatan misalnya dekat dengan rakyat, kesana kesini, tapi harus bekerja keras dan kompak,” tandas HT.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 43.085 kasus PHK sejak awal tahun hingga saat ini. Industri padat karya menjadi sektor yang paling rawan terkena PHK.
Baca juga:
Jokowi Berharap Paket Ekonomi September II Lebih Nendang
Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat
Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi
Ini Langkah Jokowi Tekan PHK
(dmd)
Lihat Juga :