Wall Street Turun Tajam karena Kekhawatiran Atas China

Selasa, 29 September 2015 - 08:54 WIB
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam karena Kekhawatiran Atas China
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berakhir turun tajam pada Senin waktu setempat dan berada di jalur kuartalan terburuk dalam empat tahun terakhir karena investor khawatir tentang kesehatan ekonomi China dan dampak dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Banyak koreksi datang di saham sektor farmasi dan bioteknologi setelah anggota parlemen Demokrat menolak besar-besaran kenaikan harga dua obat jantung dari Kanada Valeant Pharmaceuticals International Inc.

Sektor biotek di indeks Nasdaq turun 6%, penurunan satu hari terburuk sejak 2011, menambah kerugian pekan lalu ketika calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengkritik harga obat. Di indeks S & P, sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam, dengan koreksi sebesar 3,84%.

"(Sentimen) Sektor kesehatan meluas dan China menyakiti pasar. Sudah waktunya untuk risk off dan tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Managing Director Hightower Advisors Richard Weeks, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2015).

Sementara keuntungan perusahaan industri di China jatuh 8,8%, menekan saham produsen komoditas dan perusahaan energi. Harga minyak turun lebih dari 2%.

Adapun belanja konsumen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada Agustus, mendorong kenaikan suku bunga tahun ini. Tapi kontrak pembelian rumah sebelumnya di AS menurun.

Federal Reserve menahan menaikkan suku pada pertemuan September karena kekhawatiran tentang ekonomi global, terutama China, selain ada faktor lainnya yang menjadi pertimbangan.

Dow Jones Industrial Average turun 1,92% menjadi berakhir pada 16.001,89 poin; indeks S&P 500 kehilangan 2,57% menjadi 1.881,77 dan Nasdaq Composite turun 3,04% menjadi berakhir pada 4.543,97.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 8,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,2 miliar saham.

Baca:

Ini Kekhawatiran Baru dari China bagi Wall Street

Data Ekonomi Empat Negara Asia Ini Diwaspadai Pasar
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
10 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
10 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
11 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
11 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
11 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
12 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved