Kesalahan BI Ini Dianggap Buat Rupiah Terjun Bebas

Minggu, 04 Oktober 2015 - 12:59 WIB
Kesalahan BI Ini Dianggap...
Kesalahan BI Ini Dianggap Buat Rupiah Terjun Bebas
A A A
JAKARTA - Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe menganggap ada kesalahan Bank Indonesia (BI) yang membuat rupiah terjun bebas terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Dia menyatakan, BI terlalu menyerahkan kurs rupiah ke pasar. Padahal, pemerintahan BI terdahulu, kurs rupiah sangat dikontrol oleh BI, sehingga ketika nilainya merosot sedikit, bisa langsung dievaluasi dan dikendalikan.

"Rupiah kita ini agak sulit naik karena saya bilang, BI sudah kadung (terlanjur) lepas kontrol. BI itu waktu periode Boediono dan Darmin dari awal sudah mengontrol rupiah dengan ketat. Begitu ada gejolak sedikit, bisa terkendali karena dikendalikan oleh mereka. Nah, kesalahannya sekarang, rupiah dilepas ke pasar, tidak ada patokan, semua terserah pasar. Kalau sudah begini, ketika ada gejolak yang over control, berat untuk dibalikkan," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Kendati demikian, Kiswoyo berharap, rupiah tidak akan tembus ke angka Rp15.000/USD, meskipun kemungkinan itu cukup terbuka.

"Tapi jangan sampai ke situ (Rp15.000/USD), itu bahaya. Jadi, memang saat ini resistennya Rp14.700/USD meskipun paling tinggi Rp15.000/USD. Jangan lupa juga, gejolak ini karena imbas waktu kenaikan suku bunga oleh The Fed yang tidak jelas kepastiannya. Nah, kalau sampai akhir bulan ini meeting FOMC memastikan suku bunga naik, gejolak akan berakhir," tutur dia.

Di samping itu, Kiswoyo berharap, rupiah akan membaik jelang rilis paket kebijakan Presiden Jokowi jilid III. Meski tak permanen, namun apresiasi rupiah diharapkan bisa terjadi.

"Soal paket kebijakan saya rasa ada pengaruh sedikit ke apresiasi rupiah, tapi jelas jangka pendek. Yang penting, bagaimana nanti ke depannya upaya pemerintah dalam menjaga kondisi mata uang kita," pungkasnya.

Baca:

Rupiah Diprediksi Bergejolak Jelang Rapat The Fed

Gubernur BI: Rupiah Masih Tersengat Kondisi Global
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved