IHSG Diprediksi Uji Tren Kenaikan, Cermati Saham Ini
Selasa, 06 Oktober 2015 - 08:15 WIB
IHSG Diprediksi Uji Tren Kenaikan, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan menguji tren kenaikan didukung sentimen positif dari internal maupun eksternal.
"Secara historis, kenaikan IHSG yang signifikan akan memicu adanya aksi jual dan rawan aksi profit taking. Akan tetapi, jika aksi ambil untung tersebut dapat diredam dan masih dapat diwarnai dengan sentimen positif, baik dari internal maupun eksternal maka laju IHSG akan kembali menguji tren kenaikannya," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Dia menambahkan, apalagi utang gap 4.308-4.337 telah terlunasi, sehingga laju IHSG pun dapat kembali menemukan momentum kenaikannya meski secara bertahap. Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.240-4.315 dan resisten 4.356-4.367. Laju IHSG bertahan di atas area target support 4.172-4.189 dan mampu melampaui target resisten 4.268-4.275.
Sementara kemarin, di tengah kekhawatiran akan terjadinya penurunan, laju IHSG mampu mengawali pekan ini dengan kenaikan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan lebih dari 3% langsung diraih oleh IHSG. Bahkan secara persentase, kenaikan tersebut melebihi rata-rata persentase kenaikan sejumlah indeks saham regional yang hanya naik rata-rata 1%-2%.
"Hawa positif pun kembali berhembus dan membuat banyak pelaku pasar kembali melakukan aksi beli seperti harapan kami sebelumnya," ujarnya.
Tentu saja aksi beli tersebut membuat mayoritas indeks sektoral mengalami kenaikan, terutama pada indeks industri dasar yang dimotori saham-saham semen. Indeks keuangan yang dimotori saham-saham perbankan dan indeks manufaktur yang dimotori saham-saham semen dan konsumer.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju Rupiah yang kembali menguat memberikan tambahan sentimen positif. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp181,31 miliar menjadi net buy Rp335,34 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp820-Rp1.000. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp915.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.800-Rp6.000. Rekomendasi lakukan (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.800.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp38.775-Rp39.550. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp38.900.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.135-Rp1.215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.145.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak Rp17.850-Rp18.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp17.875.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.625-Rp5.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.625.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.385-Rp1.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.430.
"Secara historis, kenaikan IHSG yang signifikan akan memicu adanya aksi jual dan rawan aksi profit taking. Akan tetapi, jika aksi ambil untung tersebut dapat diredam dan masih dapat diwarnai dengan sentimen positif, baik dari internal maupun eksternal maka laju IHSG akan kembali menguji tren kenaikannya," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Dia menambahkan, apalagi utang gap 4.308-4.337 telah terlunasi, sehingga laju IHSG pun dapat kembali menemukan momentum kenaikannya meski secara bertahap. Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.240-4.315 dan resisten 4.356-4.367. Laju IHSG bertahan di atas area target support 4.172-4.189 dan mampu melampaui target resisten 4.268-4.275.
Sementara kemarin, di tengah kekhawatiran akan terjadinya penurunan, laju IHSG mampu mengawali pekan ini dengan kenaikan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan lebih dari 3% langsung diraih oleh IHSG. Bahkan secara persentase, kenaikan tersebut melebihi rata-rata persentase kenaikan sejumlah indeks saham regional yang hanya naik rata-rata 1%-2%.
"Hawa positif pun kembali berhembus dan membuat banyak pelaku pasar kembali melakukan aksi beli seperti harapan kami sebelumnya," ujarnya.
Tentu saja aksi beli tersebut membuat mayoritas indeks sektoral mengalami kenaikan, terutama pada indeks industri dasar yang dimotori saham-saham semen. Indeks keuangan yang dimotori saham-saham perbankan dan indeks manufaktur yang dimotori saham-saham semen dan konsumer.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju Rupiah yang kembali menguat memberikan tambahan sentimen positif. Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp181,31 miliar menjadi net buy Rp335,34 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp820-Rp1.000. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp915.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.800-Rp6.000. Rekomendasi lakukan (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.800.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp38.775-Rp39.550. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp38.900.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.135-Rp1.215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.145.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak Rp17.850-Rp18.650. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp17.875.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.625-Rp5.900. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.625.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.385-Rp1.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.430.
(rna)
Lihat Juga :