DPR Sebut Target Cukai Rokok 2016 Tak Realistis
Selasa, 06 Oktober 2015 - 22:24 WIB
DPR Sebut Target Cukai Rokok 2016 Tak Realistis
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad menilai target cukai hasil tembakau yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp142,7 triliun tahun depan tidak realistis. Usulan pemerintah tersebut sudah masuk ke Panitia Badan Anggaran DPR pekan lalu.
Target tersebut menurut Fadel masih memberatkan industri rokok. "Kami fokus untuk menyelamatkan industri agar tidak terjadi PHK besar-besaran," kata dia dalam rilis di Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Salah satu poin yang menjadi pertimbangan adalah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini. Menurut Fadel, jangan sampai industri ditambah beban baru dengan kenaikan cukai tersebut. "Untuk itu kami akan fokus membahas masalah ini," imbuh dia.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi. Menurut Mufti, penyesuaian itu harus dilihat dari target riil di 2015.
"Di tahun ini sampai Agustus target yang tercapai baru Rp70 triliun sampai Rp75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun paling tidak pencapaian menjadi Rp115 triliun," tuturnya.
Menurutnya, target penerimaan cukai yang realistik untuk tahun depan hanya Rp129 triliun. "Seperti telah kami sampaikan kepada pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp129 triliun," pungkas Muhaimin.
Target tersebut menurut Fadel masih memberatkan industri rokok. "Kami fokus untuk menyelamatkan industri agar tidak terjadi PHK besar-besaran," kata dia dalam rilis di Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Salah satu poin yang menjadi pertimbangan adalah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini. Menurut Fadel, jangan sampai industri ditambah beban baru dengan kenaikan cukai tersebut. "Untuk itu kami akan fokus membahas masalah ini," imbuh dia.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi. Menurut Mufti, penyesuaian itu harus dilihat dari target riil di 2015.
"Di tahun ini sampai Agustus target yang tercapai baru Rp70 triliun sampai Rp75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun paling tidak pencapaian menjadi Rp115 triliun," tuturnya.
Menurutnya, target penerimaan cukai yang realistik untuk tahun depan hanya Rp129 triliun. "Seperti telah kami sampaikan kepada pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp129 triliun," pungkas Muhaimin.
(izz)
Lihat Juga :