Airnav Gandeng MITRE Tingkatkan Kualitas Jalur Udara

Rabu, 07 Oktober 2015 - 01:27 WIB
Airnav Gandeng MITRE...
Airnav Gandeng MITRE Tingkatkan Kualitas Jalur Udara
A A A
JAKARTA - Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav menandatangani perjanjian kerja sama dengan konsultan kenavigasian udara asal Amerika Serikat, The MITRE Corporation di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Penandatanganan tersebut dilakukan Direktur Utama Airnav Indonesia Bambang Tjahjono dan International Director of The MITRE Corporation Gregg Leone yang disaksikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake.

Menurutnya, The MITRE Corporation akan memberikan dukungan teknis dalam program modernisasi pelayanan navigasi penerbangan Indonesia yang dicanangkan Airnav Indonesia. "Termasuk memberikan konsultasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," terangnya.

The MITRE akan dikontrak selama lima tahun dengan nilai kerja sama tahap pertama senilai USD2,3 juta. Kerja sama tersebut meliputi kegiatan bidang keselamatan dan keamanan penerbangan, modernisasi sistem navigasi penerbangan, pengembangan dan peningkatan pelayanan dukungan penerbangan, analisa kapasitas, serta pengembangan dan perencanaan ruang udara-bandar udara.

Di tempat yang sama, Direktur Operasi Airnav Indonesia Wisnu Darjono mengatakan, konsultan The MITRE ditunjuk karena memiliki pengalaman menangani ruang udara yang padat dan memiliki spesifikasi dalam dunia kenavigasian.

"Dari sisi pengalaman mereka sudah sangat pengalaman mengerjakan jalur udara yang padat, seperti di Negara India. Mereka (MITRE) merupakan salah satu konsultan yang berhasil menghubungkan ruang udara Eropa dan Asia," terangnya.

Wisnu menambahkan, The MITRE akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas jalur udara yang menghubungkan Jakarta dan Makassar. "Pelayanan navigasi penerbangan kita di Indonesia sampai hari ini masih cukup baik dan masih memenuhi standar organisasi penerbangan sipil internasional. Namun, ada beberapa hal yang perlu di-upgrade, salah satunya jalur udara yang menghubungkan Jakarta-Makassar supaya setara dengan negeri tetangga," tandasnya.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake menyatakan, MITRE telah bekerja sama dengan regulator penerbangan sipil Amerika Serikat atau US Federal Aviation Administration (FAA) serta industri penerbangan untuk mengembangkan sistem prosedur dan teknologi baru guna membantu penerbangan AS.

"Kami sangat gembira bahwa melalui kesepakatan kemitraan yang baru ini bersama AirNav Indonesia, MITRE akan mendukung dan berusaha memberikan apa yang menjadi kebutuhan di sektor penerbangan Indonesia," pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, The MITRE akan melakukan pembinaan terhadap sumber daya manusia di Airnav Indonesia sebanyak 3.600 pegawai. Di mana saat ini AirNav melakukan program modernisasi alat navigasi penerbangan di Indonesia. Proggram tersebut diluncurkan untuk meningkatkan sistem navigasi penerbangan di Tanah Air dengan jumlah bandara sebanyak 237 tempat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
25 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
57 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved