Waspadai IHSG Terkoreksi, Cermati Saham Ini
Rabu, 07 Oktober 2015 - 08:13 WIB
Waspadai IHSG Terkoreksi, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini memiliki potensi untuk terkoreksi dalam jangka pendek.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kenaikan IHSG terlihat lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan rupiah. Saat ini, IHSG sudah mencetak rekor tertingginya dalam satu bulan terakhir, sementara rupiah masih sama nilainya dengan di awal bulan September lalu.
"Hal ini mengindikasikan bahwa jika korelasi yang sama masih akan terus berlanjut, IHSG kemungkinan masih akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek, sehingga dapat kembali bergerak selaras dengan nilai tukar rupiah," kata di Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Pasca utang gap 4.308-4.337 telah terlunasi, dia menjelaskan, laju IHSG pun kembali memunculkan utang gap 4.346-4.381. Menurut Reza, penguatan yang terjadi mulai terbatas, sehingga rawan aksi profit taking. Karena itu disarankan untuk cermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.378-4.496 dan resisten 4.478-4.486. Laju IHSG kemarin bertahan di atas area target support 4.240-4.315 dan mampu melampaui target resisten 4.356-4.367.
Kemarin laju IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya meskipun mulai diwarnai aksi ambil untung. Penguatan yang terjadi dalam dua hari terakhir secara total persentase telah mengalami kenaikan lebih dari 5%, sehingga wajar jika ada pelaku pasar yang memanfaatkan untuk take profit.
"Apalagi jika saham-saham miliknya yang sebelumnya dalam posisi nyangkut, kini berbalik positif seiring terbawa arus penguatan market, sehingga tentunya akan dilakukan aksi jual," ujarnya.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju rupiah yang kembali menguat memberikan tambahan sentimen positif. Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp335,34 miliar menjadi net buy Rp844,83 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.800-Rp3.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.865.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.115-Rp1.185. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.130.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp313-Rp331. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp315.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.485-Rp1.580. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.500.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.350-Rp5.975. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp7.500.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.150-Rp9.000. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan Rp8.800.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.050-Rp2.285. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.185.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kenaikan IHSG terlihat lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan rupiah. Saat ini, IHSG sudah mencetak rekor tertingginya dalam satu bulan terakhir, sementara rupiah masih sama nilainya dengan di awal bulan September lalu.
"Hal ini mengindikasikan bahwa jika korelasi yang sama masih akan terus berlanjut, IHSG kemungkinan masih akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek, sehingga dapat kembali bergerak selaras dengan nilai tukar rupiah," kata di Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Pasca utang gap 4.308-4.337 telah terlunasi, dia menjelaskan, laju IHSG pun kembali memunculkan utang gap 4.346-4.381. Menurut Reza, penguatan yang terjadi mulai terbatas, sehingga rawan aksi profit taking. Karena itu disarankan untuk cermati sentimen yang ada.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.378-4.496 dan resisten 4.478-4.486. Laju IHSG kemarin bertahan di atas area target support 4.240-4.315 dan mampu melampaui target resisten 4.356-4.367.
Kemarin laju IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya meskipun mulai diwarnai aksi ambil untung. Penguatan yang terjadi dalam dua hari terakhir secara total persentase telah mengalami kenaikan lebih dari 5%, sehingga wajar jika ada pelaku pasar yang memanfaatkan untuk take profit.
"Apalagi jika saham-saham miliknya yang sebelumnya dalam posisi nyangkut, kini berbalik positif seiring terbawa arus penguatan market, sehingga tentunya akan dilakukan aksi jual," ujarnya.
Aksi beli asing yang didukung dengan laju rupiah yang kembali menguat memberikan tambahan sentimen positif. Transaksi asing kembali nett buy dari net buy Rp335,34 miliar menjadi net buy Rp844,83 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.800-Rp3.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.865.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.115-Rp1.185. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.130.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp313-Rp331. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp315.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.485-Rp1.580. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.500.
PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.350-Rp5.975. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp7.500.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.150-Rp9.000. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan Rp8.800.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.050-Rp2.285. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.185.
(rna)
Lihat Juga :