Wall Street Terkoreksi Jelang Laporan Kinerja Emiten

Rabu, 07 Oktober 2015 - 08:57 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Jelang Laporan Kinerja Emiten
A A A
NEW YORK - Dua indeks saham utama di Wall Street mayoritas terkoreksi pada hari Selasa waktu setempat, mengakhiri kemenangan beruntun selama lima hari karena investor fokus pada laporan kinerja kuartalan emiten, yang diperkirakan melemah.

Kenaikan saham DuPont membantu indeks Dow Jones tetap di wilayah positif, tapi indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah, dengan penurunan tajam pada saham sektor biotek. DuPont naik 7,67% setelah CEO Ellen Kullman mengatakan dia akan mundur.

Sektor kesehatan di indeks S&P kehilangan 2,33%, sektor terburuk di 10 sektor saham pada indeks S&P. Sektor ini telah berada di bawah pengawasan ketat karena tingginya harga obat.

Indeks S&P 500 telah naik 5,6% selama lima sesi sebelumnya, kenaikan terbaik lima hari beruntun sejak 2011 setelah laporan pekerjaan AS yang lemah mengisyaratkan melambatnya ekonomi tetapi juga menurunkan harapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk kali kedua pada tahun ini karena anjloknya harga komoditas dan perlambatan ekonomi di China.

Menurut data Thomson Reuters, emiten di indeks S&P 500 diperkirakan melaporkan penurunan 4,2% dalam laba pada laporan kuartal III, penurunan terbesar dalam enam tahun.

"Reaksi saham pada hasil kuartalan selama beberapa pekan ke depan dapat memberikan tanda-tanda apakah pasar ekuitas telah mencapai titik terendah setelah lebih dari satu bulan mengalami gejolak keuangan global," kata CEO Horizon Investment Services Chuck Carlson, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (7/10/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,08% menjadi berakhir pada 16.790,19; indeks S&P 500 kehilangan 0,36% menjadi 1.979,92 dan Nasdaq Composite turun 0,69% menjadi berakhir pada 4.748,36.

Tujuh dari 10 sektor di indeks S&P berakhir lebih rendah. Namun sektor energi naik 2,23%, memimpin kenaikan setelah harga minyak mentah melonjak. Sekitar 7,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, tepat di atas rata-rata 20 sesi sebelumnya sebanyak 7,4 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved