Standard Chartered Pangkas 1.000 Staf Senior

Senin, 12 Oktober 2015 - 15:02 WIB
Standard Chartered Pangkas...
Standard Chartered Pangkas 1.000 Staf Senior
A A A
LONDON - Standard Chartered Plc menyatakan telah memangkas sekitar 1.000 staf senior. Ini merespon tekanan dari investor untuk merampingkan bisnis dan mengurangi jumlah tenaga kerjanya.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan setelah bank-bank Eropa bergulat dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa, ditambah dengan ketatnya regulasi dan persyaratan modal.

Sentimen itu dikombinasikan dengan faktor lainnya, termasuk ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di China, prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan anjloknya harga komoditas global, sehingga makin menekan keuntungan bank-bank Eropa.

Sementara bank-bank AS, banyak yang mengalami pertumbuhan, juga agresif menargetkan dan memenangkan bisnis dari saingannya di Eropa. Standard Chartered, yang fokus di Asia menyatakan dalam sebuah memo internal bahwa sekitar seperempat dari 4.000 manajer senior akan terkena PHK pada akhir November.

"Kami telah bertindak untuk mengurangi lapisan manajemen, dan [sebagai] hasilnya akan memiliki staf senior hingga 25% lebih sedikit," kata bank dalam sebuah pernyataannya, seperti dilansir dari The Wall Street Journal, Senin (12/10/2015).

Staf di level managing direktur ke atas diperkirakan juga akan terimbas PHK. Adapun saham bank telah naik 4,7% karena berita pemangkasan manajemen.

Dalam dekade terakhir, Standard Chartered tumbuh secara agresif, dengan jumlah staf mencapai 86.000 di seluruh dunia. Sekarang, bank terpaksa harus memikirkan kembali model bisnis untuk meningkatkan keuntungan di tengah prospek suramnya ekonomi global dan ketatnya regulasi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Untuk Pertama Kali Acara...
Untuk Pertama Kali Acara Tahunan 'WOW' Diadakan Virtual
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Digital dalam Pengelolaan Keuangan Korporasi
PRUFast Permudah Masyarakat...
PRUFast Permudah Masyarakat Mengakses Perencanaan Pensiun
Standard Chartered Uji...
Standard Chartered Uji Agunan Kripto dengan OKX
Bidik Nasabah Mapan,...
Bidik Nasabah Mapan, Perusahaan Asuransi Gandeng Perbankan
Survei Stanchart: Gara-gara...
Survei Stanchart: Gara-gara Corona Penghasilan 50% Warga RI Drop
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
29 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
36 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
1.000 Orang Anggota...
1.000 Orang Anggota Dewan Terbukti Main Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved