Ini Solusi BKPM untuk Investor yang Terlanjur Beli Tanah

Selasa, 13 Oktober 2015 - 16:33 WIB
Ini Solusi BKPM untuk...
Ini Solusi BKPM untuk Investor yang Terlanjur Beli Tanah
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) punya solusi untuk investor yang sudah terlanjur membeli tanah di kawasan yang bukan industri.

Solusi tersebut berupa penawaran case by case untuk para investor agar mempertimbangkan apakah ingin stay di tanah itu dengan menunggu proses administrasi, atau dibantu mencari lahan baru.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, langkah ini akan bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang mengatur RT RW lahan tersebut.

"Jadi, kalau mereka yang ingin lahan, mereka bisa langsung mensubmit dokumen dan formulir yang dia mesti isi, kemudian dia tinggal turun di desk agraria. Di sana dia bisa mendapatkan info lahan, dan kalau perlu booked lahan. Tapi kalau yang sudah terlanjur beli lahan di kawasan bukan industri, ya kita kasih solusi case by case. Karena itu menyangkut RT RW nya," kata Franky di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dia mencontohkan, jika ada investor yang sudah membeli lahan di Jawa, namun bukan lahan industri, dan dia ingin cepat produksi karena harus eskpor, BKPM lalu memberikan penjelasan dan soluasinya.

"Waktu saya ditanya bisa cepat selesai enggak? Saya bilang kalau 1-2 bulan, saya enggak bisa pastikan, tapi kalau lebih dari itu, kita prosesnya sama-sama. Misalnya dua bulan belum beres, itu bukannya enggak bisa kan, tapi ada proses administrasi yang masih berjalan, cukup membutuhkan waktu. Karena ada perubahan tata ruang nya," jelasnya.

Dengan penjelasan seperti itu, investor yang sudah terlanjur membeli lahan akan diberikan rekomendasi lahan baru dari BKPM untuk usahanya, dan kembali lagi akan dipermudah proses perizinannya.

"Akhirnya mereka bilang, ya sudah, saya cari di tempat lain saja. Dan BKPM membantu. Karena dia tidak bisa menunggu. Order mereka yang tidak bisa menunggu, akhirnya mereka pindah tempat," kata dia.

Meski ada perusahaan atau investor yang demikian baru-baru ini, namun Franky tidak bersedia membuka identitas dari perusahaan tersebut dikarenakan mereka masih menjalani proses pembelian lahan.

"Ada itu wilayah yang akan berubah, tapi maaf saya belum bisa sebutkan untuk kali ini perusahaannya," pungkas Franky.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
40 menit yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
57 menit yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
1 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
1 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
1 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved