IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.420-4.515
Kamis, 15 Oktober 2015 - 08:23 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.420-4.515
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih berpeluang melemah.
"Pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 4.420-4.515," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya di saat market Indonesia libur, di antaranya tingkat inflasi di seluruh dunia, indeks harga barang produksi dan komposisi capital inflow di China.
Selanjutnya tingkat penjualan retail di Amerika Serikat (AS). Sedangkan dari dalam negeri, data neraca perdagangan akan rilis pada Kamis dengan ekspektasi cukup mengkhawatirakan, di mana ekspor kita masih mengalami penurunan.
Sementara IHSG pada Selasa lalu mengikuti pelemahan dengan terjun sangat dalam mencapai 147,63 poin atau sebesar 3,19% di level 4.483,08.
"Terlihat hanya sektor pertanian yang bertahan di area positif. Investor cenderung merealisasikan keuntungan setelah IHSG menguat signifikan lebih dari sepekan," ujarnya.
Terlihat beberapa saham sudah jenuh beli dan wajar bila terjadi aksi profit taking. Investor asing pun tercatat net sell sebesar Rp346,08 miliar.
"Pergerakan IHSG akan berada pada kisaran 4.420-4.515," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya di saat market Indonesia libur, di antaranya tingkat inflasi di seluruh dunia, indeks harga barang produksi dan komposisi capital inflow di China.
Selanjutnya tingkat penjualan retail di Amerika Serikat (AS). Sedangkan dari dalam negeri, data neraca perdagangan akan rilis pada Kamis dengan ekspektasi cukup mengkhawatirakan, di mana ekspor kita masih mengalami penurunan.
Sementara IHSG pada Selasa lalu mengikuti pelemahan dengan terjun sangat dalam mencapai 147,63 poin atau sebesar 3,19% di level 4.483,08.
"Terlihat hanya sektor pertanian yang bertahan di area positif. Investor cenderung merealisasikan keuntungan setelah IHSG menguat signifikan lebih dari sepekan," ujarnya.
Terlihat beberapa saham sudah jenuh beli dan wajar bila terjadi aksi profit taking. Investor asing pun tercatat net sell sebesar Rp346,08 miliar.
(rna)
Lihat Juga :