Wall Street Jatuh Dipicu Melemahnya Proyeksi Kinerja Emiten

Kamis, 15 Oktober 2015 - 08:50 WIB
Wall Street Jatuh Dipicu...
Wall Street Jatuh Dipicu Melemahnya Proyeksi Kinerja Emiten
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street ditutup jatuh pada Rabu waktu setempat karena saham Wal-Mart Stores Inc (WMT.N) tergelincir setelah merilis proyeksi melemahnya laba dan mengecewakannya laporan JPMorgan Chase & Co (JPM.N).

Hal itu menambah kekhawatiran tentang proyeksi kinerja emiten, dengan prospek laba emiten di Standard & Poor 500 telah turun lebih dari 4% pada kuartal III dibanding tahun lalu.

Setelah penutupan pasar, saham Netflix (NFLX.O) turun 2,4% menjadi USD107,55 setelah perusahaan melaporkan jumlah pelanggan di bawah perkiraan. Saham turun sekitar 12% tak lama setelah berita tersebut.

Secara terpisah, Albertsons (ABS.N) menunda penetapan harga penawaran umum perdana (IPO) di tengah makin melemahnya permintaan investor dari perkiraan. Sementara First Data Corp (FDC.N) mendiskon harga IPO terbesar pada tahun ini.

Selama sesi reguler, saham Wal-Mart tenggelam 10% menjadi USD60,03, penurunan terbesar satu hari tahun ini dan menjadi hari perdagangan terberat sejak Januari 2009 setelah memperkirakan laba per saham akan menurun hingga 12% pada tahun fiskal 2017.

Saham itu menjadi hambatan terbesar di indeks Dow Jones dan S&P 500. Adapun saham Target Corp (TGT.N) turun 3,5% menjadi USD76,20, Sears Co Ltd (SHLD.O) turun 3,0% menjadi USD24,41, sedangkan sektor retail di indeks S&P 500 (SPXRT) melemah 1,2%.

Saham JPMorgan turun 2,5% menjadi USD59,99 setelah bank melaporkan hasil kinerja kuartal III, yang mengecewakan.

"Dalam tiga pekan berikutnya di musim laba, kita akan mendapatkan beberapa panduan yang jelas, bukan hanya pada kinerja keuangan kuartal III tetapi juga kuartal IV dan tahun depan. Itu menjadi penting," kata ekonom dan ahli strategi investasi di LPL Financial John Canally, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/10/2015).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 157,14 poin atau 0,92% ke 16.924,75; indeks S&P 500 kehilangan 9,45 poin atau 0,47% ke 1.994,24 dan Nasdaq Composite turun 13,76 poin atau 0,29% ke 4.782,85.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 6,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir 7,5 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
Perang Membara, Pakistan...
Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved