Investor Siap Bangun Kawasan Industri di Subang

Minggu, 18 Oktober 2015 - 18:42 WIB
Investor Siap Bangun...
Investor Siap Bangun Kawasan Industri di Subang
A A A
SUBANG - Sebanyak 2.000 hektare lahan di tiga desa Kecamatan Cipeundeuy, Subang, yakni Desa Wantilan, Sawangan dan Kosar, diborong konsorsium investor untuk dibangun kawasan industri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Subang HM Abdurakhman, menyebut, pembangunan kawasan ini akan digarap konsorsium PT Surya Cipta Internasional (SCI), selaku pemegang izin dari pemerintah pusat, bersama lima perusahaan mitranya.

PT SCI yang merupakan anak grup perusahaan PT Surya Cipta Internasional, PT GCB, PT JSU, PT BAS, dan PT ABC. "Luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 2.000 ha. Dari lima perusahaan itu, masing-masing harus menguasai sekitar 400 hektare," ujarnya, Minggu (18/10/2015).

Saat ini, PT SCI sudah berhasil membebaskan sedikitnya 300 hektare lahan. Jika sampai Desember pembebasan lahan mencapai 500 ha, kegiatan konstruksi untuk pembangunan kawasan, bisa dimulai.

"Kalau penguasaan lahan pada tahap pertama Desember nanti mencapai 500 ha, pembangunan kawasan industri bisa segera dilaksanakan 2017, dimulai dengan kegiatan konstruksi," katanya.

Sementara, rencana pembangunan kawasan industri tersebut mengakibatkan fluktuasi harga jual tanah di tiga desa Kecamatan Cipeundeuy, menjadi tidak terkendali. Kondisi ini kian diperparah ulah para spekulan dan calo tanah yang turut memainkan harga.

"Harga tanah di sini terus naik, mulai dari Rp45.000 hingga Rp85.000 per meter persegi. Bahkan para calo, harganya dilipatgandakan hingga ratusan ribu rupiah per meter perseginya ketika ditawarkan ke perusahaan. Ini merugikan warga pemilik lahan," ungkap Enul, warga Cipeundeuy.

Terkait gejolak harga yang dipicu ulah spekulan ini, Polres Subang mengimbau para pemilik tanah yang menjadi korban praktik percaloan, segera melaporkan kasus yang menimpanya kepada petugas.

"Soal kecurangan dalam jual beli tanah ini masuk ranah delik aduan, sehingga, agar bisa diproses harus ada korban yang melapor. Karena itu, kalau ada warga yang merasa dirugikan akibat spekulan ini, segera laporkan, supaya bisa diproses," imbuh Kapolres Subang, AKBP Agus Nurpatria.

Dia mengaku, sudah memantau kondisi warga yang dirugikan praktik spekulan tanah ini. Namun sampai sekarang, belum satupun warga di tiga desa itu yang melapor. "Kami tak bisa proses kalau tak ada laporan," ucap Agus.

Seorang pemilik lahan di Desa Sawangan, Ewi (45), mengaku dirugikan ulah para calo tanah. Sebab, dirinya sudah melepaskan tanah miliknya dengan hanya mendapatkan pembayaran berupa uang muka Rp20 juta, dari total nilai lahan Rp100 juta.

Untuk bisa mendapatkan uang muka, dia terpaksa menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) asli kepada oknum calo didaerahnya.

"Saya tidak tahu, kapan sisa penjualan tanah sebesar Rp80 juta akan dibayar. Sebab sudah tiga bulan lalu, sampai sekarang belum juga dilunasi. Tiap kali ditagih, calonya selalu menghindar," tuturnya.

Dia menyebut, akibat maraknya spekulan, harga tanah di daerahnya menjadi beragam, mulai dari kisaran Rp45.000, Rp55.000, Rp60.000, hingga menembus Rp80.000 per meter persegi. Kondisi ini membuat bingung para pemilik lahan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masterplan Kawasan Industri...
Masterplan Kawasan Industri Batang Dipastikan Selesai Pekan Ini
Teken MoU, PTPP Garap...
Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Kawasan Industri Batang Mulai Dibangun Akhir 2020
Kata Erick Thohir, Kawasan...
Kata Erick Thohir, Kawasan Industri Batang dan Subang-Majalengka Fokus untuk 2 Hal Ini
Bismillah, Kawasan Industri...
Bismillah, Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia Akan Dibangun
PT PP Fokus Garap Kawasan...
PT PP Fokus Garap Kawasan Industri Batang
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
6 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
40 menit yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved