Dua BUMN Ini Tak Minat Manfaatkan Paket Kebijakan V Jokowi
Senin, 26 Oktober 2015 - 15:50 WIB
Dua BUMN Ini Tak Minat Manfaatkan Paket Kebijakan V Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Dua perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Adhi Karya Tbk (Persero) dan PT Waskita Karya Tbk (Persero) tidak berminat memanfaatkan paket kebijakan ekonomi jilid V Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya terkait kebijakan penghitungan kembali (revaluasi) aset perseroan.
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengaku enggan melakukan kebijakan revaluasi aset, lantaran aset yang mereka miliki tidak besar. Sehingga, keuntungan besar yang dijanjikan pemerintah tak akan berarti apa-apa. (Baca: Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V)
"Revaluasi kita enggak mau, aset kita kecil banget percuma lah enggak ngefek," katanya di kantor BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Sementara, Dirut Waskita Karya M Choliq menuturkan, dampak revaluasi aset bagi perseroan tidak signifikan. "Ini tidak terlalu signifikan. Kalau dilakukan hanya menambah ekuiti 2.000-2.509. Tapi dilakukan juga enggak perlu effort besar, Jadi netral saja. Disuruh (revaluasi) oke, enggak disuruh juga engak apa-apa," tutur dia.
Saat ini, aset Waskita yang dapat direvaluasi tidak banyak. Perseroan hanya memiliki tanah dan kantor yang ditempati.
Choliq mengaku tidak terlalu bergairah soal revaluasi karena tidak terlalu bagus. "Tapi kalau itu program pemerintah kita harus lakukan, ya harus lakukan," tandasnya.
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengaku enggan melakukan kebijakan revaluasi aset, lantaran aset yang mereka miliki tidak besar. Sehingga, keuntungan besar yang dijanjikan pemerintah tak akan berarti apa-apa. (Baca: Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V)
"Revaluasi kita enggak mau, aset kita kecil banget percuma lah enggak ngefek," katanya di kantor BUMN, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Sementara, Dirut Waskita Karya M Choliq menuturkan, dampak revaluasi aset bagi perseroan tidak signifikan. "Ini tidak terlalu signifikan. Kalau dilakukan hanya menambah ekuiti 2.000-2.509. Tapi dilakukan juga enggak perlu effort besar, Jadi netral saja. Disuruh (revaluasi) oke, enggak disuruh juga engak apa-apa," tutur dia.
Saat ini, aset Waskita yang dapat direvaluasi tidak banyak. Perseroan hanya memiliki tanah dan kantor yang ditempati.
Choliq mengaku tidak terlalu bergairah soal revaluasi karena tidak terlalu bagus. "Tapi kalau itu program pemerintah kita harus lakukan, ya harus lakukan," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :