Rupiah Siang Ini Perkasa, IHSG Merah Merona

Selasa, 27 Oktober 2015 - 12:30 WIB
Rupiah Siang Ini Perkasa,...
Rupiah Siang Ini Perkasa, IHSG Merah Merona
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang hari ini perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup merah merona.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada angka Rp13.648/USD, dengan kisaran harian Rp13.560-Rp13.730/USD. Posisi tersebut membaik dibanding posisi kemarin di Rp13.673/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level 13.630/USD. Posisi ini masih menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.648/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.626/USD, menguat 17 poin dari posisi kemarin di Rp13.643/USD.

Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.701/USD. Posisi ini negatif dibanding sebelumnya di level Rp13.668/USD.

Sementara IHSG sesi I ditutup di merah merona, dengan melemah 54,40 poin atau 1,16% ke level 4.637,31. IHSG pagi tadi tergelincir imbas sentimen Wall Street dan bursa Asia. IHSG minus 25,23 poin atau 0,54% ke level 4.666,48.

IHSG kemarin ditutup makin membaik di jalur hijau dan mendekati level 4.700, di tengah kenaikan tinggi bursa China. IHSG bertambah 38,56 poin atau 0,83% ke level 4.691,71.

Penguatan IHSG tersebut sejalan dengan bursa Asia yang ditutup mayoritas positif. Sementara bursa saham utama Asia siang ini merah semua.

Indeks Nikkei 225 melemah 150,50 poin atau 0,79% ke level 18.796,62; indeks Strait Times turun 16,62 poin atau 0,54% ke 3.066,39; indeks Hang Seng minus 186,83 poin atau 0,81% ke 22.929,42; dan indeks Shanghai turun 62,25 poin atau 1,82% ke level 3.367,33.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,57 triliun dengan 2,95 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp190,56 juta dengan aksi jual asing mencapai Rp1,179 triliun dan aksi beli Rp1,178 triliun. Tercatat 76 saham menguat, 173 saham melemah dan 86 saham stagnan.

Sektor saham hari ini semuanya melemah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah industri dasar yang terkoreksi 2,95%, diikuti saham aneka industri susut 2,17%.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Indo Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Asahimas Flat and Glass Tbk (AMFG) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Baca:

USD Dalam Tekanan, Rupiah Dibuka Menawan

Wall Street dan Asia Koreksi, IHSG Dibuka Tergelincir
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Imam Mahdi Sudah Datang...
Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
36 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
59 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved