Rupiah Siang Ini Datar, IHSG Berakhir Terkapar

Rabu, 28 Oktober 2015 - 12:10 WIB
Rupiah Siang Ini Datar,...
Rupiah Siang Ini Datar, IHSG Berakhir Terkapar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini berakhir mendatar. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar paling parah di Asia.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.607/USD. Posisi ini menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.623/USD. (Baca: DBS Ramal Rupiah Masih Tertekan Tahun Depan)

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.608/USD, dengan kisaran harian Rp13.590-Rp13.683/USD. Posisi tersebut mendatar dengan posisi kemarin di Rp13.605/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.630/USD, tak beda jauh dari posisi kemarin di Rp13.626/USD.

Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.772/USD. Posisi ini melemah dibanding sebelumnya di level Rp13.635/USD.

Sementara IHSG sesi I ditutup rontok 72,95 poin atau 1,56% ke level 4.601,11. Pelemahan terjadi sejak pagi tadi, sejalan dengan melemasnya mayoritas bursa Asia. IHSG minus 26,67 poin atau 0,57% ke level 4.647,39.

IHSG kemarin berakhir negatif, di tengah variatifnya bursa Asia. IHSG berkurang 17,65 poin atau 0,38% ke level 4.674,06.

Bursa utama Asia siang ini mayoritas masih melemah. Indeks Nikkei 225 menguat 117,28 poin atau 0,62% ke level 18.894,32; indeks Strait Times turun 7,80 poin atau 0,26% ke 3.044,05; indeks Hang Seng minus 134,42 poin atau 0,58% ke 23.008,31; dan indeks Shanghai negatif 20,60 poin atau 0,60% ke level 3.413,73.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,06 triliun dengan 3,85 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp261,97 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,08 triliun dan aksi beli Rp813,58 miliar. Tercatat 72 saham menguat, 185 saham melemah dan 86 saham stagnan.

Sektor saham hari hampir semuanya minus. Sektor dengan penurunan terdalam adalah aneka industri yang terkoreksi 3,63%, diikuti sektor industri dasar turun 1,92%. Sedangkan yang menguat hanya sektor perkebunan, yang naik 0,52%.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT). Sedangkan saham-saham yang melemah, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Baca:

USD dalam Kisaran Sempit, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Bursa Asia Melemas, IHSG Dibuka Kembali Terpangkas
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imam Mahdi Sudah Datang...
Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
Berita Terkini
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
30 menit yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
41 menit yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
2 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved