Tax Amnesty Berpotensi Turunkan Kepatuhan Pajak

Rabu, 28 Oktober 2015 - 15:12 WIB
Tax Amnesty Berpotensi...
Tax Amnesty Berpotensi Turunkan Kepatuhan Pajak
A A A
JAKARTA - Peneliti Prakarsa Ah Maftuch mengatakan, kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang sedang dibahas pemerintahan bersama DPR, bisa menurunkan tingkat kepatuhan pajak.

Pasalnya, kebijakan ini akan mengakibatkan orang-orang yang selama ini taat pajak menjadi menyepelekan dan tidak membayar pajak, karena bisa mendapatkan pengampunan pajak.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan sedang membahas RUU pengampunan pajak dengan Badan Legislatif (Baleg) DPR RI. Namun, hingga pekan lalu Baleg menyatakan belum melakukan perundingan lagi dengan kemenkeu terkait kelanjutan pembahasan RUU tersebut.

"Kami tidak setuju jika pengampunan pajak dilakukan. ‎Karena ini bisa berakibat kepatuhan mereka yang selama ini patuh membayar pajak, bisa enggak patuh atau turun. Kita sebagai orang yang patuh bisa enggak patuh, karena mereka bisa berpikir begini 'ah enggak usah patuh bayar pajak, nanti kan kita diampuni'. Artinya ini berbahaya dalam rangka penerimaan pajak kita," jelasnya di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Bahkan, kata dia, di negara-negara berkembang lainnya yang menerapkan kebijakan ini tidak terlalu berhasil diterapkan meski tren yang dilakukan saat ini adalah rezim insentif, pengampunan, dan amnesty.

Keuntungannya untuk Indonesia, kata Maftuch, akan terjadi di awal saja karena negara akan mendapat capaian pajak yang besar lantaran masuknya capital inflow ke kas negara, namun tidak berlangsung lama.

"Ini berbahaya karena di awal mungkin kita akan kemasukan capital inflow besar, tapi ini hanya sesaat. Jangka menengah sampai panjang itu enggak bisa kita terapkan karena bakal adanya ketidakpatuhan tadi," tandas dia.

Baca Juga:

DPR Kritik Tax Amnesty Masuk RAPBN 2016

Pemerintah Dinilai Selundupkan Tax Amnesty ke RAPBN 2016
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Ekonom Beberkan Sektor-sektor...
Ekonom Beberkan Sektor-sektor yang Diuntungkan dengan Pengampunan Pajak Jilid II
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
45 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved