Dynic Textile Prestige Perkuat Automotif Dalam Negeri

Rabu, 28 Oktober 2015 - 16:09 WIB
Dynic Textile Prestige...
Dynic Textile Prestige Perkuat Automotif Dalam Negeri
A A A
BEKASI - Menteri Perinduatrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan produk tekstil non-woven PT Dynic Textile Prestige dapat memperkuat industri automotif dalam negeri.

Investasi Dynic Textile merupakan investasi baru sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia. Realisasi penanaman modal ini menambah kedalaman struktur industri TPT Nasional. Produk tekstil Dynic diaplikasikan untuk keperluan automotif seperti plafon dan jok.

"Jadi ini adalah middle-industry dan memasok ke pabrikan sebagai original equipment. Dynic jeli masuk ke industri yang masih kosong karena selama ini kita mengimpor pelapis ceiling mobil," kata dia dalam rilisnya saat meresmikan pabrik tekstil PT Dynic Textile Prestige di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/10/2015).

Kementerian Perindustrian juga meminta agar perusahaan ini memperluas produk ke berbagai kebutuhan lainnya seiring meningkatnya permintaan pasar.

"Dynic Textile turut memperkuat struktur industri automotif yang memberikan nilai tambah lebih besar di dalam negeri," kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Harjanto.

Perusahaan ini merupakan joint venture Jepang dan Thailand yaitu Dynic Corporation (51%), Textile Prestige Public Company Limited/TPCORP (44%) dan SPI yang merupakan Holding Company dari TPCORP (5%).

Nilai investasi saat ini USD14 juta dan selanjutnya akan menambah investasi sebesar USD4 juta pada phase 2 dan 3. (Baca: Menperin: Penindakan Impor Ilegal Lindungi Industri Tekstil).

"Pendirian pabrik di sini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk melokalisasi produksi. Indonesia juga diyakini menjadi negara produsen automotif utama," ulas HOD Sales and Marketing Department Textile Prestige Nicholas Tan.

Kemenperin berharap semakin banyak produsen TPT dalam negeri yang dapat melakukan diversifikasi pada produknya sehingga industri TPT berbasis teknologi tinggi dapat berkembang, mengingat semakin meningkatnya kebutuhan produk advanced textile baik di pasar nasional maupun global.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
17 menit yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
4 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved