Wall Street Terkoreksi Sedikit Dipicu Sektor Teknologi

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 08:52 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Sedikit Dipicu Sektor Teknologi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berakhir terkoreksi sedikit pada Kamis waktu setempat karena pasar mencerna mengecewakannya laporan kinerja keuangan emiten teknologi dan potensi kenaikan suku bunga pada Desember.

Federal Reserve (The Fed), yang mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan yang berakhir kemarin, mengabaikan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan menunjukkan kepercayaan dalam pemulihan pasar tenaga kerja Amerika Sserikat (AS).

"Saham telah melompat pada Rabu menyusul pernyataan Fed. Saya hanya akan mengatakan bahwa kami memiliki langkah besar dan (koreksi) ini adalah sedikit pendinginan sebagai sebuah jeda untuk hari berikutnya," kata Kepala Investasi di Albion Financial Jason Ware, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (30/10/2015).

Tiga indeks berada di jalur untuk bulan terbaik dalam empat tahun terakhir. Sektor utilitas di indeks S&P (SPLRCU), yang cenderung lebih buruk ketika suku bunga meningkat, mengelami koreksi 0,6%.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 23,72 poin atau 0,13% ke 17.755,8; indeks S&P 500 kehilangan 0,94 poin atau 0,04% ke 2.089,41 dan Nasdaq Composite turun 21,42 poin atau 0,42% ke 5.074,27.

Setelah bel, saham yang terdaftar di bursa AS, Valeant Pharmaceuticals (VRX.N) (VRX.TO) anjlok 11,5% menjadi USD98,63, memperpanjang kerugian dari sesi reguler ketika turun 4,7% menjadi berakhir pada USD111,50. Sementara saham LinkedIn (LNKD.N) melonjak 12,4% menjadi USD244 karena kinerja keuangan di atas ekspektasi analis.

Adapun saham NXP Semiconductors (NXPI.O) tenggelam 19,7% menjadi USD73 setelah perkiraan suram. Sektor semikonduktor (SOX) turun 3%. Saham F5 Networks Inc (FFIV.O) anjlok 9,3% menjadi USD110,08 setelah prospek mengecewakan, menjadikannya pecundang terbesar di sektor kesehatan indeks S&P 500.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, sedikit di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,1 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
18 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
46 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved