Wall Street Melemah Terbebani Penurunan Harga Minyak
Jum'at, 06 November 2015 - 08:03 WIB
Wall Street Melemah Terbebani Penurunan Harga Minyak
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir melemah, karena saham energi terbebani oleh penurunan harga minyak mentah.
Sehari setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyebutkan pada Desember The Fed memungkinkan untuk menaikkan suku bunga AS, investor sedang menunggu nonfarm payrolls bulanan hari ini.
"Ini bagian besar dari data seperti apa yang sedang dicari Fed. Jika munculnya lemah, kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan suku bunga," kata CEO Advisors Asset Management Scott Colyer seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015).
Menurutnya, saham bisa naik atas naiknya jumalhnya pekerjaan karena akan menjadi pertanda baik bagi perekonomian.
Dow Jones Industrial Average turun 4,15 poin atau 0,02% ke 17,863.43; S&P 500 kehilangan 2,38 poin atau 0,11% ke 2,099.93 dan Nasdaq Composite turun 14,74 poin atau 0,29% ke 5,127.74.
Harga minyak yang lemah membebani saham energi dan penurunan emas serta tembaga menyeret pada sektor bahan. Saham energi S&P memimpin menurun 1%. Utilitas suku bunga sensitif adalah sektor terlemah berikutnya.
Sementara dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, memukul lebih dari dua bulan terhadap yen. Indeks dolar, mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik 0,04%.
Data Kamis menunjukkan bahwa Amerika Serikat pekan lalu memiliki kenaikan terbesar dalam klaim pengangguran dalam delapan bulan, sementara produktivitas kuartal ketiga naik setelah penurunan wirausaha disebabkan jam keseluruhan bekerja turun untuk pertama kalinya dalam enam tahun untuk menahan biaya.
Sehari setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyebutkan pada Desember The Fed memungkinkan untuk menaikkan suku bunga AS, investor sedang menunggu nonfarm payrolls bulanan hari ini.
"Ini bagian besar dari data seperti apa yang sedang dicari Fed. Jika munculnya lemah, kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan suku bunga," kata CEO Advisors Asset Management Scott Colyer seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2015).
Menurutnya, saham bisa naik atas naiknya jumalhnya pekerjaan karena akan menjadi pertanda baik bagi perekonomian.
Dow Jones Industrial Average turun 4,15 poin atau 0,02% ke 17,863.43; S&P 500 kehilangan 2,38 poin atau 0,11% ke 2,099.93 dan Nasdaq Composite turun 14,74 poin atau 0,29% ke 5,127.74.
Harga minyak yang lemah membebani saham energi dan penurunan emas serta tembaga menyeret pada sektor bahan. Saham energi S&P memimpin menurun 1%. Utilitas suku bunga sensitif adalah sektor terlemah berikutnya.
Sementara dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, memukul lebih dari dua bulan terhadap yen. Indeks dolar, mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik 0,04%.
Data Kamis menunjukkan bahwa Amerika Serikat pekan lalu memiliki kenaikan terbesar dalam klaim pengangguran dalam delapan bulan, sementara produktivitas kuartal ketiga naik setelah penurunan wirausaha disebabkan jam keseluruhan bekerja turun untuk pertama kalinya dalam enam tahun untuk menahan biaya.
(izz)
Lihat Juga :