Wall Street Berakhir Terkoreksi Dipicu Saham Retail

Kamis, 12 November 2015 - 08:52 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Terkoreksi Dipicu Saham Retail
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street ditutup terkoreksi pada Rabu waktu setempat dipicu anjloknya harga minyak dan saham sektor retail.

Saham sektor energi menurun lebih dari 3% karena anjloknya harga minyak sejak pertengahan September di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan stok. Sektor energi di indeks S&P melemah 1,91%, penurunan tertajam di antara 10 sektor di indeks S&P. Saham Exxon Mobil tergelincir 0,89%, disusul dengan saham Apple, yang minus 0,56%.

Investor menggambarkan, ini merupakan perdagangan hari kedua berturut-turut tanpa arah, di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Desember untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.

"Pasar telah diinternalisasi fakta bahwa akan ada kenaikan suku bunga," kata Kepala Strategi Pasar di National Securities Donald Selkin, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (12/11/2015).

Menurut dia, pasar akan melayang selama beberapa pekan ke depan sampai Fed mengumumkan keputusannya, tetapi akan ada langkah besar pada saham individu.

Saham General Electric (GE) dan Amazon memberikan dorongan terbesar untuk indeks, di mana GE naik 1,83% dan Amazon meningkat 2,06%. Sektor retail tenggelam setelah Macy mengatakan bahwa penjualan tiba-tiba jatuh pada kuartal III tahun ini dan memangkas penjualan dan perkiraan laba kuartal terakhir pada Januari.

Saham Macy anjlok 13,99%, sementara JC Penney turun 1,84% meskipun terjadi peningkatan 6,4% pada penjualan. Sementara saham Alibaba kehilangan 1,94% meskipun perusahaan e-commerce raksasa China tersebut mengatakan penjualan di acara Singles Day tahun ini pada Rabu mencapai rekor USD14,3 miliar.

Ketiga indeks utama AS ditutup 0,32% lebih lemah: indeks Dow Jones kehilangan 55,99 poin menjadi berakhir pada 17.702,22; indeks S&P 500 turun 6,72 poin ke 2.075 dan Nasdaq Composite melemah 16,22 poin menjadi 5.067,02.

Volume perdagangan rendah, dengan sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,1 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
37 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
53 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved