Penjualan Retail AS Oktober di Bawah Ekspektasi

Sabtu, 14 November 2015 - 11:45 WIB
Penjualan Retail AS...
Penjualan Retail AS Oktober di Bawah Ekspektasi
A A A
WASHINGTON - Penjualan retail Amerika Serikat (AS) naik di bawah yang diekspektasikan pada Oktober, di tengah penurunan mengejutkan pada penjualan mobil. Ini menunjukkan perlambatan belanja konsumen, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV moderat.

Data lain pada Jumat waktu setempat menunjukkan penurunan bulanan kedua berturut-turut pada harga produsen akibat biaya jasa turun. Namun, ekonom mengatakan, inflasi melemah dan tanda-tanda perlambatan belanja konsumen tidak mungkin mencegah Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada bulan depan.

"Laporan yang lemah akan memberikan beberapa alasan bagi The Fed untuk berhati-hati, sementara mereka tidak mungkin untuk mengubah rencana menaikkan suku bunga pada Desember, mereka bisa meningkatkan pengetatan setelah itu," kata Wakil Kepala Ekonom di TD Securities Millan Mulraine, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/11/2015).

Departemen Perdagangan AS menyatakan penjualan retail naik 0,1% bulan lalu setelah tidak berubah pada September dan Agustus. Sementara para ekonom telah memperkirakan penjualan meningkat 0,3%.

Penjualan di dealer mobil turun 0,5% bulan lalu setelah naik 1,4% pada September. Penurunan ini mengejutkan mengingat bahwa laporan penjualan mobil yang kuat pada Oktober. Para ekonom mengatakan, potongan harga yang tinggi untuk menarik pembeli cenderung tak banyak mempengaruhi.

Penurunan 0,9% penjualan pada layanan stasiun, yang mencerminkan harga bensin yang lebih rendah, juga menahan penjualan retail bulan lalu.

Penjualan retail termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan naik 0,2% setelah naik 0,1% pada September. Ini merupakan penjualan retail inti, yang paling dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
5 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
6 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
6 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
7 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
7 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved