Inflasi Zona Euro Oktober Naik Jadi 0,1%

Selasa, 17 November 2015 - 13:51 WIB
Inflasi Zona Euro Oktober...
Inflasi Zona Euro Oktober Naik Jadi 0,1%
A A A
YEREVAN - Inflasi di zona euro telah direvisi naik menjadi 0,1% pada Oktober oleh badan statistik Uni Eropa, Eurostat. Hal inidikarenakan harga sayuran, buah dan restoran naik, namun harga bahan bakar jauh lebih rendah dari tahun lalu.

Seperti dikutip dari Panarmenian, Selasa (17/11/2015), sebelumnya telah diperkirakan bahwa tingkat inflasi nol, penurunan harga energi telah diimbangi pertumbuhan harga pangan. Harga tetap tenang, menjaga tekanan pada European Central Bank (ECB) untuk merevisi kebijakan moneter.

Pada Oktober, harga sayuran naik 9,4%, buah naik 6,2%, dan restoran naik 1,5%. Faktor utama yang membuat harga dari kenaikan lebih lanjut pada Oktober yaitu energi atau 8,5% lebih rendah dari 12 bulan sebelumnya.

Dari negara zona euro, Siprus memiliki tingkat inflasi tahunan Oktober terendah 1,8%, sedangkan Malta memiliki tingkat tertinggi 1,6%. Meskipun zona euro kembali ke inflasi positif, namun tekanan tetap pada ECB untuk memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut.

Pada Maret, ECB meluncurkan program pembelian obligasi pemerintah untuk memompa uang tunai ke dalam perekonomian zona euro dan mempercepat pertumbuhan harga. Bank sentral secara luas diharapkan untuk memperluas program stimulus pada pertemuan Desember.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Eropa, Salah Satunya Lagi Perang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved