Transaksi Keuangan RI-China Gunakan Renminbi

Jum'at, 20 November 2015 - 14:47 WIB
Transaksi Keuangan RI-China...
Transaksi Keuangan RI-China Gunakan Renminbi
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, pemerintah Indonesia dan China berinisiatif mendorong penggunaan mata uang renminbi dan rupiah dalam ‎transaksi keuangan antara keduanya.

Hal ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan dolar Amerika Serikat (USD) dan memperkuat cadangan devisa Indonesia.

"Ini satu inisiatif antara Indonesia dengan China bahwa kita akan memfasilitasi transaksi keuangan dan mendorong penggunaan mata uang rupiah dan renminbi," katanya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Agus mengatakan, hal ini juga sejalan dengan rencana renminbi untuk menjadi mata uang internasional dan diperkirakan tahun ini disetujui dan dikukuhkan menjadi drawing ride.

"Tetapi secara umum itu diarahkan mendorong perdagangan antara Indonesia dengan China menggunakan mata uang rupiah dengan renminbi, jadi tidak perlu menggunakan mata uang lain. Karena memang ini investasi antara dua negara ini," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkomunikasi dengan Presiden China Xie Jin Ping untuk meningkatkan bilateral currency swap arrangement (BCSA) dari USD15 miliar menjadi USD20 miliar.
Sehingga, jika sewaktu-waktu ada tekanan terhadap mata uang Garuda bisa menjadi dukungan likuiditas.‎ Melalui peningkatan kerja sama tersebut akan meningkatkan konfiden di pasar keuangan.

"Saya bisa langsung jelaskan bahwa dengan adanya secondary line of defends itu kelihatan konfiden dari dunia dan investor semakin baik tercermin bahwa year to date di Agustus depresiasi 19%, sekarang depresiasi ada di kisaran 10% jadi menunjukkan bagian dari konfiden," ‎tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
106 Bank Gabung BI-Fast,...
106 Bank Gabung BI-Fast, Biaya Transfer Cuma Rp2.500
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
8 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
8 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
8 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
8 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
9 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved