UMKM Jateng Siap Hadapi MEA

Jum'at, 20 November 2015 - 20:25 WIB
UMKM Jateng Siap Hadapi...
UMKM Jateng Siap Hadapi MEA
A A A
SEMARANG - Produk hasil dari usaha kecil mikro menengah (UMKM) diyakini akan mampu bersaing dengan produk dari luar saat diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) mulai Januari 2016.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, saat ini sudah banyak produk UMKM yang memiliki nilai tinggi dan merupakan produk unggulan Jateng. Di antaranya handycraf, furnitur dan kuliner.

Menurutnya, dengan diberlakukannya MEA pada akhir tahun jutru menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM di Jateng untuk memasarkan produk mereka. "Produk UMKM kita mampu bersaing dengan produk-produk sejenis dari negara-nagera ASEAN," katanya, di UMKM Center Semarang, Jumat (20/11/2015).

Dia menjelaskan, pemerintah terus mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produksi mereka, dengan memberikan pelatihan dan juga membantu pengembangan usaha.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong daya saing dengan memberikan kredit murah melalui bank daerah. "Bank Jateng memiliki komitmen tinggi untuk menyalurkan kredit dengan bunga murah, untuk mendorong produktivitas dan pengembangan usaha," ujar Sri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Gayatri Indah Cahyaning mengatakan, salah satu produk unggulan UMKM di Jateng adalah produk pangan olahan berbasis bahan baku lokal. Bahkan produk pangan olah Jateng diburu pasar global.

Dia mengatakan, negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, hingga Jepang, Korea, dan China berminat pad akuliner khas Jateng, karena memang dari segi rasa produk kuliner UMKM Jateng sudah sangat mampu bersaing.

"Kuliner atau produk olahan memang memiliki peluang lebih besar, tinggal kemampuan sumber daya manusia, kualitas, dan kontinuitas produksinya yang ditingkatkan," tambahnya.

Saat ini, pemerintah terus mendorong bank daerah untuk menyalurkan kredit kepada UMKM. Pasalnya potensi UMKM di jateng saat ini cukup besar yang mencapai tujuh juta lebih UMKM.

"Dari tujuh juta UMKM di jateng baru 100 ribu yang baru tergarap, sehingga potensinya masih sangat besar," ucap dia.

Saat ini baru tiga bank di Jateng yang menyalurkan kredit usaha rakyat di Jateng yakni mandiri, BRI dan BNI. Secara nasional penualuran KUR ditargetkan sebesar Rp20 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved