Berantas Mafia Migas, Sudirman Diserang Kanan-kiri

Jum'at, 27 November 2015 - 15:39 WIB
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Sudirman Diserang Kanan-kiri
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku sedang gencar membongkar praktik kotor yang dilakukan para pemburu rente alias mafia di sektor migas nasional. (Baca: Sudirman: Cengkeraman Mafia Migas Bikin RI Bergantung Impor).

Mulai dari membubarkan dan melakukan audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang ditengarai sebagai sarang mafia, membangun kilang baru, mengambil alih pengoperasian Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), hingga menertibkan para trader migas yang hanya bermodal kertas.

Dia mengklaim, usahanya tersebut semata merupakan bagian dari menguatkan ‎rantai pasokan migas dan memberikan manfaat bagi rakyat banyak. Namun, mantan Bos Pindad ini mengaku tidak seluruh pihak menerima dengan baik atas aksinya tersebut.

"‎Tidak seluruhnya menerima dengan baik, terutama pihak yang selama ini menikmati suasana yang tidak transparan," katanya di Gedung Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Bahkan, sambung mantan Bos Integrated Supply Chained (ISC) Pertamina ini,‎ banyak reaksi negatif yang justru ditujukan untuk dirinya. Tak jarang dirinya mendapatkan serangan dan tekanan dari kanan-kiri.

"‎Tapi tidak perlu khawatir dengan tekanan itu. Itu konsekuensi dari tugas itu. Para pelaku bisnis yang berorientasi jangka panjang, pasti menyambut baik kebijakan ini. Karena ujungnya rantai pasokan migas efisien, industri migas lebih kompetitif, dan harga lebih bersaing," jelas dia.

‎Sudirman menegaskan, berbagai hal penting dan fundamental terkait tata kelola migas yang dulu selalu dihindari dan ditunda akibat terjebak dalam kelompok yang disebut 'middle man' ini akan dibersihkan. Dirinya akan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang serius membangun sektor migas ini.

"‎Kalau sekadar menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan alokasi gas misalnya, itu memang harus dibersihkan. Karena itu lemak yang memengaruhi perekonomian Indonesia," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
22 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Iran akan Perang Habis-habisan...
Iran akan Perang Habis-habisan jika Pangkalan Nuklirnya Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved