Harga Karet Anjlok, Tiga Negara Bentuk Pasar Regional

Kamis, 03 Desember 2015 - 19:09 WIB
Harga Karet Anjlok,...
Harga Karet Anjlok, Tiga Negara Bentuk Pasar Regional
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Thailand dan Malaysia sepakat membentuk bursa pasar karet regional. Hal ini disepakati dalam pertemuan tingkat menteri International Tripartite Rubber Council (ITRC) 2015.

Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong menjelaskan harga karet yang tidak tidak kondusif dalam beberapa tahun terakhir, menjadi tantangan tersendiri buat Indonesia dan dua negara lainnya. Karena alasan itu, Ia menambahkan pembentukan bursa pasar karet regional menjadi sangat penting untuk mengawasi harga karet agar tidak jatuh terlalu dalam.

"Mudah-mudahan inisiatif ini bisa membentuk pasar karet yang targetnya masuk ke bursa karet bersama pada Juni 2016 atau kalau bisa sebelumnya," katanya dalam konferensi pers ITRC Ministerial Committee Meeting 2015 di Jakarta, Kamis (3/12/2015).

‎Sementara itu Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag, Bachrul Chairi menuturkan pembentukan pasar karet regional ini akan melalui dua tahap. Tahap pertama, mulai 1 Januari 2015 akan dibuat publikasi harga pasar karet regional oleh tiga negara ini. "‎Dikumpulkan dan diinformasikan secara rutin. Sementara itu kita siapkan platform elektroniknya," imbuh dia.

(Baca Juga: Menperin Dorong Industri Ban Ekspansi ke Hulu)

Diperkirakan, pada Juni 2016 seluruh informasi perdagangan karet di tiga negara ini akan memiliki platform yang sama. Hal ini bertujuan untuk menyamakan standar dan kualitas karet di tiga negara ini.

"Ini merupakan cikal bakal platform kita untuk seterusnya membuat future market karet di tiga negara tersebut. Dengan adanya platform yang Juni dilaksanakan, dari situlah mulainya," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand Chatchai Sarikulya, serta Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Amar Douglas Uggah Embas
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved