Wall Street Turun di Tengah Penurunan Harga Minyak
Kamis, 10 Desember 2015 - 07:49 WIB
Wall Street Turun di Tengah Penurunan Harga Minyak
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada Rabu ditutup turun karena harga minyak kembali turun, memicu kekhawatiran investor tentang pertumbuhan ekonomi global dan memengaruhi Indeks S&P 500.
Setelah reli pada sesi pagi untuk kedua saham energi dan tiga saham utama AS turun karena harga minyak berbalik arah melemah dan investor juga menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga AS.
"Sering kali investor akan melihat kompleks komoditas sebagai barometer bagi perekonomian global," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities di New York seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2015).
Indeks S&P mulai menjual ketika minyak mentah AS mulai penurunan sekitar pukul 10:35 (15.35 GMT). Minyak mentah berjangka kemarin berakhir turun lebih rendah pada setelah naik sebanyak 4% karena pasar mengabaikan persediaan minyak mentah AS untuk fokus membangun di sulingan, termasuk diesel, dua kali lebih besar seperti yang diharapkan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 75,7 poin atau 0,43% ke 17.492,3, Indeks S&P 500 kehilangan 15,97 poin atau 0,77% menjadi 2.047,62 dan Nasdaq Composite turun 75,38 poin atau 1,48% ke level 5.022,87.
Indeks energi sempat dipangkas keuntungan sebelumnya untuk menutup naik 1,3% setelah jatuh lebih dari 10% sejak 1 Desember 2015.
Investor khawatir tentang perlambatan ekonomi China dan dampaknya terhadap permintaan global untuk komoditas serta tanda-tanda kelemahan dalam manufaktur AS.
"Saya pikir pasar mulai menjadi sedikit lebih peduli tentang kelemahan ekonomi global," kata Paul Nolte, wakil presiden senior dan manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.
Tujuh dari 10 besar sektor di indeks S&P 500 berakhir turun dan indeks teknologi jatih 1,5%. "Anda pasti memiliki situasi risiko. Orang mengambil banyak taruhan," kata Andrew Frankel, co-presiden Stuart Frankel & Co di New York.
Setelah reli pada sesi pagi untuk kedua saham energi dan tiga saham utama AS turun karena harga minyak berbalik arah melemah dan investor juga menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan yang diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga AS.
"Sering kali investor akan melihat kompleks komoditas sebagai barometer bagi perekonomian global," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities di New York seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2015).
Indeks S&P mulai menjual ketika minyak mentah AS mulai penurunan sekitar pukul 10:35 (15.35 GMT). Minyak mentah berjangka kemarin berakhir turun lebih rendah pada setelah naik sebanyak 4% karena pasar mengabaikan persediaan minyak mentah AS untuk fokus membangun di sulingan, termasuk diesel, dua kali lebih besar seperti yang diharapkan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 75,7 poin atau 0,43% ke 17.492,3, Indeks S&P 500 kehilangan 15,97 poin atau 0,77% menjadi 2.047,62 dan Nasdaq Composite turun 75,38 poin atau 1,48% ke level 5.022,87.
Indeks energi sempat dipangkas keuntungan sebelumnya untuk menutup naik 1,3% setelah jatuh lebih dari 10% sejak 1 Desember 2015.
Investor khawatir tentang perlambatan ekonomi China dan dampaknya terhadap permintaan global untuk komoditas serta tanda-tanda kelemahan dalam manufaktur AS.
"Saya pikir pasar mulai menjadi sedikit lebih peduli tentang kelemahan ekonomi global," kata Paul Nolte, wakil presiden senior dan manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.
Tujuh dari 10 besar sektor di indeks S&P 500 berakhir turun dan indeks teknologi jatih 1,5%. "Anda pasti memiliki situasi risiko. Orang mengambil banyak taruhan," kata Andrew Frankel, co-presiden Stuart Frankel & Co di New York.
(izz)
Lihat Juga :