Empat Tantangan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Rumah

Kamis, 10 Desember 2015 - 14:00 WIB
Empat Tantangan Pemerintah...
Empat Tantangan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Rumah
A A A
JAKARTA - Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, pemerintah Indonesia memiliki empat tantangan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.

Menurutnya, tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Hal ini lantaran masih terdapat backlog sebesar 13,5 juta rumah untuk rakyat Indonesia.‎ Empat tantangan tersebut, pertama daya beli sebagian besar masyarakat Indonesia masih rendah.

"Bayangkan, hanya 20% dari masyarakat kalangan atas yang punya akses penuh ke kredit perumahan rakyat (KPR). Saat ini, untuk kalangan menengah, mereka baru bisa dapat akses KPR kalau ada subsidi dari pemerintah," katanya di Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Sementara, 40% masyarakat kalangan bawah tidak memiliki akses untuk ke KPR atau perbankan sama sekali. Kedua, masih adanya angkatan kerja Indonesia yang bekerja di sektor informal, yakni 60%.

Pekerja di sektor informal dinilai sulit mendapatkan akses perbankan untuk memperoleh KPR walaupun sebenarnya mereka mampu.

"Ketiga, KPR merupakan jenis pembiayaan jangka panjang yang seharunya dibiayai jangka panjang. Tapi untuk saat ini dana yang tersedia di perbankan berupa dana jangka pendek, seperti halnya tabungan, deposito dan Giro. Ini sangat menentukan risiko untuk perbankan," kata dia.

Keempat, suku bunga di perbankan yang masih relatif tinggi. "Ya, itu faktor utamanya. Suku bunga kita masih tinggi," kata Maurin.

Adanya tantangan tersebut, kata dia, memang harus diselesaikan karena semakin meningkatnya kebutuhan rumah setiap tahunnya yang mencapai 800 ribu sampai 900 ribu. Dari kebutuhan itu, pemerintah Indonesia beserta pengembang hanya mampu memenuhi perumahan 400 ribu sampai 500 ribu unit per tahun.

"Kita harus tangani permasalahan rumah secara maksmal. Yang paling penting, kebutuhan rumah, atau tempat tinggal layak ini adalah kebutuhan dasar yang pemenuhannya dijamin negara sebagaimana diamantkan," tandasnya.‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
3 jam yang lalu
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
3 jam yang lalu
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
4 jam yang lalu
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
4 jam yang lalu
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
5 jam yang lalu
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved