Wall Street Anjlok di Akhir Pekan Akibat Minyak Dunia

Sabtu, 12 Desember 2015 - 10:10 WIB
Wall Street Anjlok di...
Wall Street Anjlok di Akhir Pekan Akibat Minyak Dunia
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup makin terpuruk pada perdagangan Jumat (11/12/2015) waktu setempat (Sabtu pagi WIB), dengan Indeks berbasis luas S&P 500 mengakhiri pekan terburuk sejak Agustus. Anjloknya saham-saham Wall Street dipengaruhi harga minyak dunia yang terjun bebas diperparah investor masih cemas menanti kenaikan suku bunga (Fed Rate) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Harga minyak dunia yang terus turun dan kekhawatiran investor kepada komoditas ditandai adanya perlambatan. Penurunan Yuan China juga punya dampak kepada pelaku saham. "Sangat jelas semua orang tidak ingin mengambil risiko," jelas Direktur Perdagangan Ekuitas Wedbush Securities di Los Angeles, Michael James dilansir Reuters, Sabtu (12/12/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup jatuh 309,54 poin atau 1,76% ke level 17.265,21 dengan setiap komponen dalam indeks berakhir turun. Sedangkan Indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 39,86 poin atau 1,94% ke level 2.012,37 dan komposit Nasdaq IXIC turun 111,71 poin atau 2,21% ke posisi 4.933,47.

Selama satu pekan bulan, S&P merosot tajam 3,8 persen dan menjadi yang terburuk sejak 21 Agustus, lalu. Indeks Dow juga turun 3,3 persen dan Nasdaq turun 4,1 persen. Turunnya harga minyak mentah dunia memberikan sentimen negatif di bursa AS apalagi belum ada kepastian terkait naiknya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat yang kabarnya akan melakukan pertemuan pada 15-16 Desember 2015.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasokan yang membanjiri pasar sementara permintaan melambat dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus melakukan kebijakan menggelontorkan minyak mendorong harga emas hitam ini terus ke level lebih rendah. Harga minyak dunia ditutup pada USD35 per barrel dan merupakan posisi terendah sejak Februari 2009.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
2 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
3 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
5 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
7 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
9 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved