Pertama di 2015, Neraca Perdagangan RI Defisit Rp4,67 T

Selasa, 15 Desember 2015 - 12:26 WIB
Pertama di 2015, Neraca...
Pertama di 2015, Neraca Perdagangan RI Defisit Rp4,67 T
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2015 mengalami defisit USD346,4 juta atau sekitar Rp4,67 triliun (kurs Rp13.500/USD). Ini pertama kalinya pada 2015 Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan.

"Sebelumnya kita surplus terus. Namun, meski demikian, akumulasi year on year (YoY) kita tetap surplus USD7,8 miliar," kata Kepala BPS Suryamin di Kantor BPS Selasa (15/10/2015).

Dia menuturkan, ekspor November 2015 mencapai USD11,16 miliar atau turun 7,91% dibanding Oktober 2015. Jika dibanding dengan tahun lalu, turun 17,58%. Untuk month to month (MtoM) ekspor migas naik 14,67% dari USD1,38 miliar ke USD1,58 miliar. Nonmigas turun 10,81% dari USD10,74 miliar ke USD9,58 miliar.

"Untuk ekspor Januari-November secara akumulasi USD138,42 miliar turun 14,32% jika dibanding tahun lalu. Sedangkan ekspor nonmigas Januari-November 2015 USD121,08 miliar atau turun 9,43% secara YoY," kata Suryamin.

Untuk share terbesarnya, lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD17,03 miliar dan bahan bakar mineral USD14,84miliar.‎ Untuk negara pangsa ekspor terbesar pertama adalah Amerika Serikat USD13,98 miliar atau 11,55%, turun 2,83%. Kedua, China sebesar USD12,03 miliar atau 9,93%‎, turun 20,47%.‎ Ketiga, Jepang USD11,91 miliar atau 9,83%, turun 10,5%.‎

"Ekspor nonmigas kita ke ASEAN USD25,13 miliar atau 20,75% turun sebesar 4,92%. Sedangkan ekspor nonmigas ke Uni Eropa USD13,57 miliar atau 11,20%, turun 11,82%," katanya.

‎‎Untuk impornya sebesar USD11,51 miliar, naik 3,61% dibanding Oktober 2015. Dibanding tahun lalu masih turun 18,03%. Jika dilihat secara bulanan, migas turun impornya 6,95% atau USD1,76 miliar ke USD1,64 miliar. Untuk ‎nonmigas meningkat 5,60% atau dari USD9,35 miliar ke USD9,87 miliar.

Sehingga, total impor untuk Januari-November mencapai USD130,61 miliar, turun 20,24% (YoY).
Impor nonmigas USD107,79 miliar, turun 12,84% secara yoy dengan share terbesar mesin dan peralatan mekanik USD20,36 miliar dan mesin serta peralatan listirk USD14,12 miliar.

Impor terbesar di Januari-November 2015, pertama dari China sebesar USD26,45 miliar atau 24,54%, turun 3,39%. Kedua, Jepang USD12,24 miliar atau 11,35% turun 22,13% dan Singapura‎ USD8,17 miliar atau 7,58%, turun 13,12%.

"Sedangkan untuk impor nonmigas ASEAN USD23,66 miliar atau sebesar 21,95% dan Uni Eropa sebesar USD10,21 miliar atau 9,48%," pungkas Suryamin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
6 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
6 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
7 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
7 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
8 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved