Bank Dunia Membunyikan Alarm Soal Jeratan Utang di Negara Berkembang, Termasuk RI?

Senin, 28 April 2025 - 08:29 WIB
loading...
Bank Dunia Membunyikan...
Bank Dunia) memperingatkan, ketidakpastian perdagangan yang melonjak memperparah meningkatnya utang dan masalah perlambatan pertumbuhan yang dihadapi pasar negara berkembang. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - World Bank ( Bank Dunia ) memperingatkan, ketidakpastian perdagangan yang melonjak memperparah meningkatnya utang dan masalah perlambatan pertumbuhan yang dihadapi pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang. Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill menerangkan, kondisi ini membuat para ekonom global dengan cepat menurunkan proyeksi pertumbuhan.

Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi negara maju, maupun negara-negara berkembang. Setidaknya pengurangan proyeksi terjadi saat ini, setelah tsunami tarif yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Cari Utang Luar Negeri Rp128 Triliun di 2025, Buat Apa?

Pertemuan musim semi antara Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia minggu ini di Washington didominasi oleh kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi dari tarif AS dan pembalasan yang diumumkan oleh China, Uni Eropa, Kanada dan negara lainnya.

Sebelumnya pada awal pekan kemarin, IMF memangkas perkiraan ekonominya untuk AS, China dan sebagian besar negara. IMF juga memperingatkan bahwa perang dagang berkepanjangan bakal semakin memperlambat pertumbuhan.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global mencapai sebesar 2,8% untuk tahun 2025, setengah poin persentase lebih rendah dari proyeksi Januari.

Sedangkan Bank Dunia tidak akan mengeluarkan perkiraan dua kali setahun hingga Juni, tetapi Gill mengatakan konsensus ekonom global menunjukkan penurunan yang cukup besar dalam perkiraan pertumbuhan dan perdagangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Pertemuan Trump dan...
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Diyakini Bahas Taiwan hingga Konflik Iran
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
Kesepakatan Tarif RI–AS,...
Kesepakatan Tarif RI–AS, Bagaimana Nasib Aturan Label Halal?
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved