ESDM Ungkap Karut-marut Industri Gas Nasional

Selasa, 15 Desember 2015 - 18:32 WIB
ESDM Ungkap Karut-marut...
ESDM Ungkap Karut-marut Industri Gas Nasional
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, karut-marut industri gas nasional, mulai dari regulasi hingga keberadaan trader membuat harga menjadi mahal.

Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengemukakan, pemerintah harus hadir dalam pelaksanaan regulasi dalam industri gas di Tanah Air.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyamakan Indonesia dengan negara lain yang sudah siap dari segi infrastruktur sehingga kehadiran negara tidak perlu terlalu sering.

Arah kebijakan infrastruktur itu, lanjut dia, ibarat kebun. Ketika sudah jadi secara utuh maka tidak perlu lagi menanam, mencangkul, dan sebagainya.

"Kalau seperti Amerika Serikat sudah tumbuh dan merata, kehadiran negara sedikit mungkin. Tidak banyak peraturan, kalau lahan masih kosong kita harus tanam, anggarkan lewat APBN atau cari pinjaman, negara harus hadir," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Negara diharapkan hadir dalam merealisasikan kebijakan sektor gas, terutama yang berada di kawasan Indonesia Timur karena kondisi ekonominya masih tertinggal.

"Di Indonesia timur, negara harus hadir ke sana. Kalau di pulau Jawa, infrastruktur gas sudah bagus, makin dikit hadirnya, pemerintah harus masuk ke sana dan membangun infrastruktur," tutur dia.

Sementara, jika sudah masuk dalam wilayah dengan kategori perekonomian yang baik, pemerintah bisa memberikan ke swasta untuk melanjutkan pembangunan.

Di sisi lain, carut-marut gas juga bersumber dari keberadaan para trader yang membuat proses transaksi menjadi lebih banyak sehingga membuat harga gas mahal.

"Carut-marut gas itu banyak trader, dari satu sumber gas di hulu ada empat sampai lima transaksi sebelum sampai ke user. Harusnya bisa sederhanakan, jadi satu transaksi saja agar lebih sederhana," katanya.

Selain itu, pemerintah berkomitmen agar trader yang mendapatkan alokasi penjatahan penjualan dapat ikut membangun infrastruktur gas di dalam negeri.

"Trader siapa saja yang dapat alokasi gas harus bangun infrastruktur. Siapapun yang dapat, ini komitmen pemerintah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
26 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
45 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved