Swasembada Beras Terhambat, Kemiskinan Meningkat

Sabtu, 19 Desember 2015 - 16:15 WIB
Swasembada Beras Terhambat,...
Swasembada Beras Terhambat, Kemiskinan Meningkat
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Berly Martawardaya mengatakan, program swasembada beras Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terhambat sehingga angka kemiskinan meningkat.

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian masih tingginya harga beras menjadi faktor kunci lonjakan jumlah orang miskin. "Beras, hasil studi kami di Indef, miss management (salah kelola) di beras faktor utama kenaikan kemiskinan 852 ribu orang tahun ini," ujarnya di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Menurut Berly, meningkatnya angka kemiskinan di Tanah Air juga karena porsi daya beli masyarakat bawah sebesar 30% digunakan untuk beras.

"Sebagian besar karena beras yang 30% dari pembelian masyarakat miskin. Kalau swasembada beras tidak tercapai, terakses, tambah jumlah masyarakat miskin," katanya.

Kendati demikian, lanjut Berly, program swasembada beras butuh waktu yang tidak sebentar dengan banyaknya persiapan anggaran dan distribusi..

"Swasembada beras butuh tapi setahun terlalu sempit, tidak bisa tahun ini. Target Jokowi juga tiga tahun. Bahkan dengan data yang ada, baik irigasi, bibit, distribusi perlu waktu apalagi anggarannya telat," pungkas Berly.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Harga Beras Mahal, Ratusan...
Harga Beras Mahal, Ratusan Emak-emak di Madina Rela Antre di Kantor Pos
Kenapa Harga Beras Tidak...
Kenapa Harga Beras Tidak Juga Turun?
Minta Pemda Rajin Pantau...
Minta Pemda Rajin Pantau Harga Beras di Pasar, Mendag: Naik Rp10 Saja Berdampak ke Warga Miskin
Beras Kian Mahal, Berpotensi...
Beras Kian Mahal, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
30 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
59 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved