Bos Go-Jek Bungkam Usai Dipanggil KPPU

Senin, 21 Desember 2015 - 16:49 WIB
Bos Go-Jek Bungkam Usai...
Bos Go-Jek Bungkam Usai Dipanggil KPPU
A A A
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim memilih bungkam usai dipanggil Ketua Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf.‎ Nadiem dipanggil dalam rangka membahas bisnis ojek berbasis online yang digelutinya.

Pertemuan antara Ketua KPPU dan Bos Go-Jek tersebut berlangsung selama satu setengah jam. Pertemuan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.30 WIB. (Baca: Penasaran Soal Ojek Online, KPPU Panggil Bos Go-Jek).

Nadiem yang datang bersama beberapa stafnya langsung melengos dan masuk ke mobilnya, dan menghiraukan kerumunan wartawan yang menunggunya memberikan pernyataan.

‎"Maaf ya, Pak Nadiem enggak mau diwawancara," ungkap Staf Humas KPPU yang enggan disebutkan namanya di kantor KPPU, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, KPPU hari ini memanggil Nadiem Makarim ke kantor KPPU, guna mendalami bisnis ojek berbasis online yang digeluti lulusan Amerika Serikat (AS) ini.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan, pertemuan tersebut untuk menanyakan model bisnis yang dipakai Go-Jek. Pasalnya, tarif ojek berbasis aplikasi ini jauh lebih murah dibanding ojek pangkalan yang sudah lebih dulu ada.

"Kita ingin tanyakan model bisnis Go-Jek, kok bisa buat harga yang lebih rendah dibanding pemain lama. Kok yang lain tinggi, ini kita dalami," katanya di kantor KPPU, hari ini.

Syarkawi mengaku belum memiliki hipotesa apapun terkait bisnis ojek online ini. Namun, dia berharap keberadaan ojek online tersebut tidak mendiskriminasi pelaku usaha lainnya.

"Belum sampai kesitu (hipotesa). Kita dalami apa ada aspek regulasi soal ini. Pak Jonan (Menhub) sudah dalami ini. Saya berharap tidak ada diskriminasi ke pelaku usaha. Karena ini kan juga soal pelaku usaha," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Bakal Panggil 10...
KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan Minyak Goreng, Ini Nama-namanya!
Tahun Ini Indeks Persaingan...
Tahun Ini Indeks Persaingan Usaha di Indonesia Naik
Kemitraan Usaha Besar...
Kemitraan Usaha Besar dan UMKM Minimalisir Persaingan Usaha Tidak Sehat
Tutup Celah Pelanggaran...
Tutup Celah Pelanggaran Persaingan Usaha, Pupuk Kaltim Ajak Karyawan Ikut Pelatihan dan Sosialisasi KPPU
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved