Pemerintah Didesak Buat Aturan Jelas Soal Dana Ketahanan Energi

Kamis, 24 Desember 2015 - 16:44 WIB
Pemerintah Didesak Buat...
Pemerintah Didesak Buat Aturan Jelas Soal Dana Ketahanan Energi
A A A
JAKARTA - Indonesia Resources Studies (IRESS) menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa langsung memungut dana ketahanan energi, dari penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) tanpa ada aturan yang jelas terkait hal tersebut.

(Baca Juga: Pungutan Dana Ketahanan Energi Dinilai Tak Punya Landasan Hukum)

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menuturkan, pemungutan dana untuk ketahanan energi sebenarnya secara umum telah diterapkan oleh negara-negara di dunia. Mereka menerapkan pola yang disebut dana stabilisasi dan dana penghematan (saving fund) dari masyarakat.

"Jadi ini (pemungutan dana ketahanan energi) memang hal umum dilakukan. Tapi kalau belum ada dasar hukumnya, pemerintah bisa bikin aturan. Dibuat dulu aturan dasarnya jadi jelas. Tidak tiba-tiba seperti ini," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (24/12/2015).

Menurutnya, jika tidak ada landasan hukum yang jelas untuk pemungutan dana ketahanan energi maka ditakutkan pemerintah justru akan melanggar aturan. Landasan hukum tersebut bisa saja berupa peraturan presiden (perpres) atau peraturan pemerintah (PP). "Kalau tida ada, rasanya nanti akan melanggar aturan," lanjutnya.

Dia juga menambahkan, landasan hukum tersebut tidak bisa dibuat dalam bentuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM). Karena saat ini masih ada Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Perpresnya saja diubah. Kalau di bawah perpres tidak bisa. Buat saja pendukungnya. Jalankan dengan transparan dan harus ada keinginan untuk menjalankan kebijakan dan peraturan secara jelas," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendesak Reformasi Subsidi...
Mendesak Reformasi Subsidi Energi
Pakar Sebut Kenaikan...
Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar Terjadi di Tengah Krisis Energi Global
Cadangan BBM RI Lebih...
Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Subsidi Energi Harus...
Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Pertamina Komitmen Dekatkan...
Pertamina Komitmen Dekatkan Energi ke Masyarakat
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
15 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Soal Syarat Vaksin Haji,...
Soal Syarat Vaksin Haji, Pemerintah Diminta Aktif Lobi Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved