Saham Apple Dongkrak Wall Street

Rabu, 30 Desember 2015 - 07:23 WIB
Saham Apple Dongkrak...
Saham Apple Dongkrak Wall Street
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin ditutup naik tajam, mengangkat Indeks S&P 500 untuk tahun ini yang terdongkrak oleh saham Amazon dan Apple.

Semua sektor S&P berakhir dengan keuntungan besar, dipimpin oleh kenaikan sektor teknologi hingga 1,34% atai terkuat sejak awal bulan.

Setelah adanya aksi jual baru-baru ini atas kekhawatiran tentang penjualan iPhone membuat saham Apple (AAPL.O) melonjak hingga 1,80% dan menjadi pengaruh terbesar pada Indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Saham Amazon (AMZN.O) naik 2,78% dan ditutup pada rekor tinggi menjadi 693,97. Pengecer online mencatat lebih dari 3 juta pada produk terbaru di pekan ketiga Desember, menunjukkan permintaan yang kuat pada saat musim liburan. Indeks kesehatan juga melonjak hingga 1,22%, dipimpin oleh kenaikan saham Pfizer sebesat 1,26%.

"Saham teknologi dan beberapa saham kesehatan, dapat memberikan pertumbuhan top-line dalam situasi di mana banyak perusahaan lain harus menghasilkan laba melalui pemotongan biaya atau buyback saham. Apa yang Anda lihat ada tawaran untuk pertumbuhan," kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/12/2015).

Sementara, saham Chevron (CVX.N) juga berhasil naik 0,98%, membantu mendorong sektor energi pada Indeks S&P naik 0,69% setelah harga minyak naik tipis pada prospek cuaca dingin di Eropa dan Amerika Utara, meningkatkan harapan jangka pendek dalam permintaan hangat yang telah menjangkiti komoditas tahun ini.

Data pada Selasa menunjukkan sentimen konsumen membaik, dengan indeks Conference Board kepercayaan konsumen untuk Desember berada di level 96,5, mengalahkan 93,8 seperti yang diharapkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir 1,1% lebih tinggi menjadi 17.720,98 poin, sementara Indeks S&P 500 naik 1,06% menjadi 2.078,36. Nasdaq Composite juga naik 1,33% menjadi 5.107,94.

Volume pada bursa AS mencapai 5,0 miliar saham, dibandingkan dengan 7,5 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Indeks S& P500 sekarang telah kembali pulih 11% dari koreksi tajam pada Agustus yang disebabkan oleh gejolak di pasar saham China dan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
59 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved