Defisit Anggaran 2015 Capai 2,8% dari PDB

Minggu, 03 Januari 2016 - 19:44 WIB
Defisit Anggaran 2015...
Defisit Anggaran 2015 Capai 2,8% dari PDB
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan realisasi defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 mencapi Rp318,5 triliun, atau 2,80% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi defisit ini lebih tinggi dari target defisit anggaran dalm APBNP 2015 sebesar Rp222,5 triliun atau 1,9%.

"Hal tersebut berimplikasi terhadap realisasi pembiayaan anggaran tahun 2015 yang mencapai Rp329,4 triliun, atau 147,3% dari target dalam APBNP 2015 sebesar Rp222,5 triliun," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/1/2016).

Menurut Bambang, realiassi pembiayan anggaran tersebut berasal dari pembiayan dalam negeri (neto) sebesar Rp309,3 triliun dan pembiayan luar negeri (netto) sebesar Rp20,0 triliun. Keseluruhan pembiayaan tersebut, terutama digunakan untuk mendukung realisasi belanja produktif.

"Secara makro, dalam upaya pemenuhan pembiayaan, pemerintah tetap memperhatikan pengelolan risiko dengan sumber pembiayaan yang lebih terdiversifikasi sehingga kesinambungan fiskal tetap terjaga," paparnya. (Baca: Realisasi Pendapatan Negara 84,7%)

Bambang menyebutkan, berdasarkan realisasi defisit anggaran sebesar Rp318,5 triliun dan realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai Rp329,4 triliun tersebut, maka dalam pelaksanaan APBNP 2015 terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp10,8 triliun.

Sementara terkait pengelolaan utang, mantan wakil menteri keuangan ini menyebutkan, outstanding utang per 31 Desember 2015 mencapi Rp3.089 triliun. Sehingga, debt to GDP ratio mencapai kisaran 27%.

"Rasio ini masih dalam batas aman, masih jauh di bawah batas 60% sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
APBN 2022 Defisit 2,35%,...
APBN 2022 Defisit 2,35%, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat dan Kuat
Anggaran Pemulihan Ekonomi...
Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,2 Triliun, Ini Rinciannya
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
9 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved