Soal Pungutan Energi, Menteri ESDM Desak Belajar dari Negara Lain

Selasa, 05 Januari 2016 - 12:51 WIB
Soal Pungutan Energi,...
Soal Pungutan Energi, Menteri ESDM Desak Belajar dari Negara Lain
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan seharusnya Indonesia belajar dari negara lain soal pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE), setelah pemerintah lewat rapat kabinet terbatas memutuskan untuk menunda pungutan yang diambil dari penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semula akan mulai berlaku hari ini, 5 Januari 2016.

Dia menerangkan bahwa pembentukan dan pengelolan dana ketahanan energi sejatinya menjadi penanda kehati-hatian dan kepedulian negara akan masa depan. Bahkan menurutnya negara-negara kaya minyak seperti Norwegia-pun telah membentuk dana semacam itu.

"Belajar dari negara negara sahabat kita, pembentukan dan pengelolaan DKE menjadi penanda kehati- hatian dan kepedulian akan masa depan," katanya seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (5/1/2015).

(Baca Juga: Penundaan Pungutan Dana Energi Dinilai Langkah Tepat)

Dijelaskan olehnya saat ini Norwegia memiliki dana ketahanan energi senilai USD17 miliar serta petroleum fund senilai USD836 miliar. Sedangkan Inggris dan Australia memiliki masing masing USD1,5 miliar dan USD1,8 miliar.

"Bahkan Timor Timur negara tetangga yang jauh lebih kecil dan belum lama membangun sektor energinya telah mengakumulasi Petroleum Fund sampai dengan USD17 miliar," ungkap dia.

Menurutnya, sudah jelas kiranya pemerintah bersama-sama seluruh masyarakat, didukung oleh DPR harus melanjutkan upaya meluruskan berbagai kebijakan pengelolaan energi, agar kembali ke jalur yang benar yang diamanatkan oleh UU Energi dan PP Kebijakan Energi Nasional.

Dewan Energi Nasional juga diminta olehnya untuk terus menjaga proses dan meyakinkan kebijakan kebijakan yang telah dirumuskan dilaksanakan sebaik-baiknya. "Atas nama Kementerian ESDM sebagai penanggung jawab sektor, saya menyampaikan penghargaan terkait masukan sehingga proses persiapan pembentukan DKE dapat terus disempurnakan," tuturnya.

Mantan Bos Pindad ini menambahkan, menyelesaikan berbagai persoalan di Tanah Air termasuk persoalan energi membutuhkan pola pikir dan kultur yang berorientasi solusi. "Mari kita terus berpikir dan bekerja keras untuk terus mencari jalan keluar. Solusi adalah kata kunci yang membuat kita semua akan bergerak maju, menuju masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pungutan Dana Energi...
Pungutan Dana Energi Terbarukan Bisa Mencontoh Negeri Jiran
Jaga Ketahanan Energi...
Jaga Ketahanan Energi Saat Nataru, Elnusa Petrofin Siagakan Armada dan SDM Unggul di Seluruh Wilayah Operasi
Optimalisasi Lahan PLTS,...
Optimalisasi Lahan PLTS, Solar Grazing Jadi Kunci Ketahanan Energi
Ketahanan dan Kemandirian...
Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional Perlu Dioptimalkan
Pemanfaatan Energi Terbarukan...
Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi untuk Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved