Petani Nikmati Rp90 Triliun dari Kenaikan Harga Gabah

Rabu, 06 Januari 2016 - 16:03 WIB
Petani Nikmati Rp90...
Petani Nikmati Rp90 Triliun dari Kenaikan Harga Gabah
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku senang dengan kenaikan harga gabah di tingkat petani. Secara akumulasi petani telah menikmati keuntungan hingga Rp90 triliun.

Amran menyatakan, hal ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan yang dibuat pemerintah soal pangan, hingga berimbas ke harga gabah yang ada di petani.

"Mereka menikmati hingga Rp90 triliun. Itu dari harga gabah naik sekitar Rp1.000/kg dikalikan produksi padi sekitar 70 juta ton gabah kering giling (GKG). Maka keuntungan mereka menjadi Rp70 triliun. Rp20 triliunnya lagi, itu dari kenaikan harga jagung juga sebesar Rp1.000/kg dikalikan produksi jagung 20 juta ton," ujar Amran dikantornya, Rabu (6/1/2016).

Jadi, tidak heran jika nilai kesejahteraan petani meningkat tajam karena indikatornya ada di ‎Nilai Tukar Petani (NTP) yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS).‎

"Bisa dilihat, NTP kita naik kan kemarin pas pengumuman di BPS. Sejahtera nampaknya petani kita di tengah el nino yang melanda," paparnya.

Cetak Sawah 200 Ribu Ha

Mentan menyampaikan pada 2016 pihaknya kerja keras untuk mencetak sawah baru seluas 200 ribu hektare (ha) di seluruh Indonesia untuk kawasan yang merupakan potensi penghasil padi.

Tak hanya itu, lumbung juga akan dibangun dan alat mesin pertanian (alsintan) juga akan diperbanyak menjadi 100 ribu unit dari yang biasanya hanya 4.000 unit.

"Yang terpenting tahun 2016 membangun sawah baru, cetak sawah baru itu 200 ribu ha, kemudian membangun lumbung itu anggarannya kurang lebih Rp400 miliar, kemudian alsintan itu kita sediakan 100 ribu unit yang biasanya per tahun 4.000. Ini naik 2.000%, kemudian memperbaiki irigasi tersier, normalisasi irigasi primer dan sekunder, kemudian sapi indukan," kata Amran.

Dia menegaskan, dibutuhkan kerja keras dalam merealisasikan semua rencana tersebut. Lantaran kesemuanya akan dilakukan bukan hanya di wilayah-wilayah tertentu namun di seluruh Indonesia.

"Iya, seluruh Indonesia. Enggak ada yang sulit ‎kalau ada kemauan tidak ada yang sulit," ujar Amran.

Mentan mengatakan, banyaknya medan lahan yang berbukit, akan sulit untuk dibuat lahan pertanian dan sengkedan. Namun demikian, pihaknya tetap optimis bisa membangun.

"Memang banyak yang berbukit. Solusinya ya cari yang berlembah dong, karena tanah kita kan banyak yang lembah juga," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
16 menit yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
35 menit yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
51 menit yang lalu
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
53 menit yang lalu
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
1 jam yang lalu
bank bjb Perkuat Literasi...
bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved