Ada sejak 2003, YLKI Sebut PLN Sembunyikan Bonus Listrik

Jum'at, 08 Januari 2016 - 14:25 WIB
Ada sejak 2003, YLKI...
Ada sejak 2003, YLKI Sebut PLN Sembunyikan Bonus Listrik
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan bonus listrik yang diberikan PLN apabila terjadi pelayanan yang tidak optimal sejatinya sudah ada sejak 2003. Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, PLN secara regulasi belum menyampaikan kebijakan tersebut secara meluas di masyarakat sehingga terkesan disembunyikan.

"Secara regulasi, PLN bisa sampaikan ini dengan media yang mudah diterima seperti di kantor PLN. Ini kebijakan bagus tapi disembunyikan di laci meja," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/1/2016).

(Baca Juga: Penjelasan PLN Soal Broadcast Bonus Listrik)

Dia menambahkan pelayanan yang dimaksud PLN tidak maksimal itu seperti pemadaman bergilir dan gangguan lainnya. Regulasi tersebut merupakan kompensasi dari perusahaan pelat merah itu. "Regulasi lama, kompensasi PLN untuk konsumen mendapatkan 10% dari abodemen. Sekarang naik jadi 20%," sambungnya.

Menurutnya angka 20% masih tetap kecil karena diambil dari biaya abodemen pelanggan, bukan jumlah nilai keseluruhan tagihan. "Tidak adil, angkanya kecil sekali. YLKI minta 20% dari biaya tagihan, bukan abodemen," katanya.

Diterangkan juga jika diberikan berdasarkan jumlah tagihan yang keluar pada akhir bulan, maka akan jadi lebih signifikan dampaknya dan menurutnya saat ini belum terasa oleh pelanggan.

"Kompensasi ini melanggar ketentuan, yaitu kompensasi otomatis dengan mengurangi biaya tagihan berikutnya. Bayangkan biaya abodemen Rp40 ribu, 20% jadi Rp8 ribu saja," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
YLKI: Aplikasi PLN Mobile...
YLKI: Aplikasi PLN Mobile Bangun Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Publik
Pengaduan Konsumen Indonesia...
Pengaduan Konsumen Indonesia Masih Rendah, Belum di Level Kritis
Ada Versi Abal-abal,...
Ada Versi Abal-abal, YLKI Tegaskan Tak Miliki Cabang
Peduli Lingkungan, Kemasan...
Peduli Lingkungan, Kemasan Air Minum Galon Sekali Pakai Dikritik
YLKI: Kualitas BBM Lebih...
YLKI: Kualitas BBM Lebih Penting Ketimbang Penurunan Harga
Awas Tertipu Saat Belanja...
Awas Tertipu Saat Belanja Online, Ikuti Tips YLKI Ini
Berita Terkini
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
1 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
5 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved