BKPM Proyeksikan Realisasi Investasi Tembus Rp535 Triliun
Jum'at, 08 Januari 2016 - 18:23 WIB
BKPM Proyeksikan Realisasi Investasi Tembus Rp535 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan capaian realisasi investasi di 2015 sebesar Rp535 Triliun. Meski demikian, angka itu baru merupakan proyeksi realisasi tahun lalu lantaran angka pastinya baru akan keluar tanggal 20 Januari nanti.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, realisasi ini masih dalam proses pematangan data. Dia juga mengakui, pihaknya seperti tidak mengenal hari sabtu dan minggu karena setiap hari harus mengerjakan laporan kegiatan penanaman modal.
"Proyeksinya perkiraan kami tembus di Rp535 triliun. Ini masih dalam proses. Kita kerja keras setiap hari, tidak mengenal sabtu minggu untuk mengerjakan laporan kegiatan penanaman modal dan akan disampaikan dengan cepat kepada presiden dan Wakil Presiden kira-kira tanggal 20-21 Januari nanti," ungkap Dia di Kantornya, Jumat (8/1/2016).
Untuk target di 2016, BKPM memiliki target kenaikan investasi tumbuh 14,4% dibanding 2015 menjadi 594,8 triliun. Sedangkan untuk Investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6% dari 2015. "Untuk penanaman modal dalam negeri, targetnya naik 18,5% atau sebesar Rp208,4 triliun," lanjutnya
Sementara untuk serapan tenaga kerja di 2016, Dia menargetkan serapan mencapai 2 juta tenaga kerja. Tercatat hingga September 2015 lalu, yang terserap sudah tembus 1.059.734 juta. Perkiraannya hingga akhir 2015 akan tembus 1,4-1,5 juta tenaga kerja.
Pada investasi di Jawa, BKPM memasang target di 2016 naik 7,1% atau sebesar Rp302,6 triliun. Realisasi sejauh ini sampai September 2015 yakni sebesar Rp219,3 triliun. Sedangkan untuk di luar Jawa Rp292,2 triliun. Naik 23,3% dan realisasi di September 2015 Rp180,7 triliun.
Pada investasi sektor ekstraktif atau bahan mentah, telah tembus sebesar Rp 97,6 triliun atau naik 12,3%. Di sektor infrastruktur jasa dan perdagangan di 2016 targetnya Rp183,7 triliun atau naik 10,4%, untuk prediksi 2015 sebesar Rp180 triliun atau mungkin lebih.
Dia juga menjelaskan, ada pekerjaan besar yang dikerjakan di 2016 yakni dalam hal revitalisasi investasi di sektor industri manufaktur. "Ini yang paling membutuhkan dukungan dari pemerintah dan BKPM untuk mencetak tenaga kerja baru guna mewujudkan 2 juta tenaga kerja," pungkas dia.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, realisasi ini masih dalam proses pematangan data. Dia juga mengakui, pihaknya seperti tidak mengenal hari sabtu dan minggu karena setiap hari harus mengerjakan laporan kegiatan penanaman modal.
"Proyeksinya perkiraan kami tembus di Rp535 triliun. Ini masih dalam proses. Kita kerja keras setiap hari, tidak mengenal sabtu minggu untuk mengerjakan laporan kegiatan penanaman modal dan akan disampaikan dengan cepat kepada presiden dan Wakil Presiden kira-kira tanggal 20-21 Januari nanti," ungkap Dia di Kantornya, Jumat (8/1/2016).
Untuk target di 2016, BKPM memiliki target kenaikan investasi tumbuh 14,4% dibanding 2015 menjadi 594,8 triliun. Sedangkan untuk Investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6% dari 2015. "Untuk penanaman modal dalam negeri, targetnya naik 18,5% atau sebesar Rp208,4 triliun," lanjutnya
Sementara untuk serapan tenaga kerja di 2016, Dia menargetkan serapan mencapai 2 juta tenaga kerja. Tercatat hingga September 2015 lalu, yang terserap sudah tembus 1.059.734 juta. Perkiraannya hingga akhir 2015 akan tembus 1,4-1,5 juta tenaga kerja.
Pada investasi di Jawa, BKPM memasang target di 2016 naik 7,1% atau sebesar Rp302,6 triliun. Realisasi sejauh ini sampai September 2015 yakni sebesar Rp219,3 triliun. Sedangkan untuk di luar Jawa Rp292,2 triliun. Naik 23,3% dan realisasi di September 2015 Rp180,7 triliun.
Pada investasi sektor ekstraktif atau bahan mentah, telah tembus sebesar Rp 97,6 triliun atau naik 12,3%. Di sektor infrastruktur jasa dan perdagangan di 2016 targetnya Rp183,7 triliun atau naik 10,4%, untuk prediksi 2015 sebesar Rp180 triliun atau mungkin lebih.
Dia juga menjelaskan, ada pekerjaan besar yang dikerjakan di 2016 yakni dalam hal revitalisasi investasi di sektor industri manufaktur. "Ini yang paling membutuhkan dukungan dari pemerintah dan BKPM untuk mencetak tenaga kerja baru guna mewujudkan 2 juta tenaga kerja," pungkas dia.
(akr)
Lihat Juga :