Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal IV/2015 Stabil

Minggu, 10 Januari 2016 - 11:44 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal IV/2015 Stabil
A A A
BEIJING - Data ekonomi China untuk Desember menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) stabil pada angka 6,9% pada kuartal keempat 2015. Namun, angka ini terlalu dini untuk mengatakan ekonomi China telah dipercaya keluar.

"Perekonomian stabil karena kebijakan dukungan pertumbuhan baru dan pertumbuhan penjualan properti," kata Wang Tao, ekonom UBS seperti dikutip dari Shanghai Daily, Minggu (10/1/2016).

Kepala ekonom di Bank of Communications Lian Ping mengatakan, hampir semua data aktivitas dapat meningkatkan pada Desember, kecuali penurunan impor dan mengurangi produksi industri. "Namun, itu masih terlalu dini untuk mengatakan ekonomi China telah dipercaya keluar," kata Lian.

Dia memperkirakan produksi industri bisa tumbuh 6% dari bulan lalu tahun sebelumnya tapi sedikit berkurang dari November yang sebesar 6,2%, yang merupakan terkuat sejak Juni.

Pertumbuhan penjualan ritel mungkin stabil pada angka 11,2% di tengah belanja apung pada akhir tahun. Investasi tetap aset dapat menambahkan 10,3% tahun lalu, naik 0,1 poin secara persentase dari keuntungan dalam 11 bulan pertama.

Namun, ekspor ditetapkan untuk menumpahkan 5,5% dari tahun ke tahun pada Desember, meningkat dari bulan sebelumnya. Impor bisa jatuh 10%, memburuk dari penurunan 8,7% pada November.

"Kebijakan akomodatif intensif harus didukung momentum pertumbuhan ekonomi jangka pendek, menstabilkan pertumbuhan kuartal keempat dari tahun lalu sebesar 6,9%," kata Wang.

Ekonomi China tumbuh 6,9% dari tahun sebelumnya pada kuartal ketiga 2015, tingkat pertumbuhan yang sama seperti pada tiga kuartal pertama. Itu laju paling lambat sejak setelah krisis keuangan global 2009.

Ekonom di Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd Liu Ligang mengatakan, China masih perlu kebijakan memudahkan lebih lanjut untuk mempertahankan pertumbuhan.

"Dengan momentum pertumbuhan lembut dan tekanan deflasi tumbuh, kami berharap pemerintah lebih melonggarkan kebijakan moneter dan terus menerapkan kebijakan fiskal ekspansif," kata Liu.

Tampaknya ada lebih banyak ruang untuk kebijakan yang mendukung sebagai Indeks Harga Konsumen kemungkinan akan meningkat 1,5% pada Desember, sama seperti November.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved