Pengusaha Rumah Potong Bantah Pasok Ayam Tak Sehat ke Supermarket

Selasa, 12 Januari 2016 - 18:36 WIB
Pengusaha Rumah Potong...
Pengusaha Rumah Potong Bantah Pasok Ayam Tak Sehat ke Supermarket
A A A
JAKARTA - Setelah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang membantah bahwa unggas yang masuk ke pasar ritel atau supermarket merupakan komoditi tidak sehat dan tak layak konsumsi. Kini giliran Direktur Rumah Potong Unggas (RPU) PT Matahari Abadi Pangan Indo Irwan Oswari juga mengungkapkan hal senada.

Bahkan Dia menekankan unggas-unggasnya berkualitas baik dan bukan ayam tiren. Dia menambahkan rumah potongnya memiliki sertifikat halal dan sehat yang bisa dibuktikan secara fisik. Menurutnya proses pengurusan sertifikat tersebut memang memakan waktu yang tidak pendek, namun jika semua persyaratan dipenuhi, maka audit tidak akan mempersulit proses sertifikasi.

"Memang butuh waktu, tapi kalau semua syarat kita penuhi mereka tidak akan mempersulit. Aturannya memang agak ketat, tapi bisa dipenuhi," jelasnya di Jakarta, Selasa (12/1/2016).

(Baca Juga: Pemasok Ayam Potong Terbesar ke Supermarket Tak Bersertifikat)

Dia menjelaskan jika dalam suatu RPU saat proses pemotongan ada lalat, maka itu akan menjadi temuan, karena rumah potong memang di atasnya tidak tertutup. Belum lagi kondisi ayam harus tetap bagus dan baru bisa diproses jika suhunya mencapai suhu tertentu.

"Untuk ayam tiren yang mau curang biasanya diproses, terus dimasukan dulu di freezer. Sedangkan di kami, ayam mati itu tidak boleh. Setiap ayam digantung dan yang tidak bereaksi, itu dianggap mati," sambungnya.

Tak hanya itu, Dia juga menerangkan rumah potongnya menyediakan tempat untuk membakar unggas yang tak layak karena mati ketika akan diproses. Dijelaskan setiap harinya pada pengiriman unggas, pasti ada saja yang mati.

"Untuk yang mati, dibawa ke tempat pembakaran. Rumah potong kita ada tempat spesial pembakaran. Biasanya setiap satu truk yang dikirim, ada 100 ekor lebih yang mati. Terutama pada saat musim kemarau. Kalau ada yang mati dalam jumlah besar, akan kita bakar," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Ekonomi Cerah,...
Prospek Ekonomi Cerah, Raksasa Supermarket Australia Gabung ke Crown Group
Experience Unik Konsep...
Experience Unik Konsep Omni Channel, Belanja lewat Apps Makin Menyenangkan
10 Jejaring Supermarket...
10 Jejaring Supermarket Kelas Kakap Penguasa Dunia
Kolaborasi Menciptakan...
Kolaborasi Menciptakan Toko Ritel Lebih dari Sekadar Tempat Belanja
Siap-Siap! Raksasa E-Commerce...
Siap-Siap! Raksasa E-Commerce China Bakal Buka Supermarket Canggih di Indonesia
Gerai Giant Banyak yang...
Gerai Giant Banyak yang Tutup, Ini Penjelasan HERO
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
33 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
57 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved