Kemendag Kaji Kerja Sama TPP dan CEPA

Senin, 18 Januari 2016 - 13:38 WIB
Kemendag Kaji Kerja...
Kemendag Kaji Kerja Sama TPP dan CEPA
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus melakukan pengkajian dan negosiasi terhadap kerja sama dalam Trans Pacific Partnership (TPP) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Dua perjanjian kerja sama perdagangan ini memiliki peluang besar dalam meningkatkan ekspor Indonesia. Bahkan ‎untuk TPP, pemerintah akan membentuk tim nasional antar kementerian untuk membahas perjanjian kerja sama perdagangan tersebut.

"Kami pemerintah segera melanjutkan negosiasi dengan negara eropa yang tergabung dalam uni eropa untuk agreement yakni CEPA. Selanjutnya, kami juga akan segera membentuk semacam tim nasional lintas kementerian untuk mengkaji TPP. Ini karena kedua itu merupakan trade agreement yang besar dan ambisius," ujar Thomas di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurutnya, sambil kedua perjanjian tersebut berjalan, pihaknya juga akan melakukan kerja sama bilateral dengan Australia dan empat negara yang tergabung dalam Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa atau European Free Trade Association (EFTA). Ada empat negara yang tergabung dalam EFTA, yakni Swiss, Islandia, Norwegia dan Liechtenstein.

"Maka dengan perjanjian-perjanjian itu, kami mengharapkan peningkatan ekspor kita dengan membuka pasar melalui negosiasi dan agreement," terang dia.

mendag juga sempat menyebutkan, keempat negara yang tergabung dalam EFTA tersebut memiliki potensi besar dalam peningkatan perdagangan, terlebih Swiss dan Norwegia yang perekonomiannya telah maju.

Dia menyebutkan bahwa banyak yang bisa dijual Indonesia ke Swiss seperti komoditas unggulan seperti kakao, kopi, teh, dan rempah-rempah. Komoditi ini sangat diperlukan bagi mereka untuk meningkatkan nilai tambah jual mereka terhadap salah satu produk makanan olahan.

"Saat ini, di pertanian dan makanan minuman itu juga cukup prospek. Misalnya Norwegia yang canggih di bidang perikanan. Jadi kalau kita ada kerja sama di bidang perikanan dan energi terbarukan, maka ekspor kita akan terdorong ke Eropa dan empat negara itu," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Teken Perdagangan Bebas...
Teken Perdagangan Bebas dengan 15 Negara, Mendag Janji RI Tak Kebanjiran Barang Impor
Mendag Pastikan Komitmen...
Mendag Pastikan Komitmen Indonesia Atas Perjanjian RCEP
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
RCEP Masuki Babak Akhir,...
RCEP Masuki Babak Akhir, Wamendag Pastikan Kepentingan Nasional Terakomodasi
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
10 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved