Kemendag Tolak Pihak Asing Masuk Industri Ritel

Senin, 18 Januari 2016 - 19:09 WIB
Kemendag Tolak Pihak...
Kemendag Tolak Pihak Asing Masuk Industri Ritel
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengusulkan dalam revisi daftar negatif investasi (DNI) agar industri ritel, seperti department store, supermarket, dan minimarket dapat terbuka untuk asing. Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) justru menolak usulan tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina menuturkan pihaknya belum menyetujui industri ritel dapat terbuka untuk asing. Menurutnya ritel seharusnya dibiarkan hanya untuk pemain lokal. "Kalau ritel kecil buat pemain lokal. Masak mau dimasukkan asing juga," katanya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (18/1/2016).

Dia menerangkan penanaman modal asing (PMA) seharusnya prioritas untuk industri yang berbasiskan produksi di dalam negeri. Jika industri tersebut dapat produksi di dalam negeri, maka hal tersebut harus didukung agar dapat terbuka untuk asing.

"Kalau menurut saya prinsip investasi adalah sedapat mungkin yang berbasiskan produksi di dalam negeri. Kalau perlu kita buka 1000% untuk industri basis produksi yang mengenerate produk dalam negeri," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala BKPM Franky Sibarani mengemukakan, dalam proses revisi daftar negatif investasi, pemerintah mengusulkan department store seperti Ramayana hingga minimarket seperti Alfamart dapat terbuka untuk asing.

Dia menjelaskan, dalam list DNI sebelumnya, department store dengan luas di bawah 2000 meter persegi (m2), supermarket di bawah 1200 m2, dan minimarket 400 m2 tertutup untuk asing. "Tiga-tiganya itu (sebelumnya) tertutup. Mungkin ini yang belum selesai. Kita akan coba buka atau tetap," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investasi SBN Ritel...
Investasi SBN Ritel Kini Lebih Mudah, Trimegah Sekuritas dan DANA Jalin Kerja Sama Penjualan e-SBN Ritel
Waran Terstruktur Dinilai...
Waran Terstruktur Dinilai Bisa Jadi Opsi Investasi Ritel
Aksi Boikot Produk Pro...
Aksi Boikot Produk Pro Israel Terus Berlanjut, Aprindo: Investasi Bisa Hilang dan Kandas
SR017 Terbit, Moduit...
SR017 Terbit, Moduit Ungkap Keuntungan Investasi Sukuk Ritel
Sukuk Tabungan ST009...
Sukuk Tabungan ST009 Alternatif Tepat untuk Investasi
Ekonomi Global Tertekan,...
Ekonomi Global Tertekan, Obligasi Ritel Menarik Jadi Pilihan Investasi
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
59 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved